Senin, 02 November 2026

Kemenkes Perkuat Standar Kompetensi dan Legalitas Tenaga Medis, Keselamatan Pasien Jadi Prioritas

Senin, 02 November 2026 19:05 WIB
Kemenkes Perkuat Standar Kompetensi dan Legalitas Tenaga Medis, Keselamatan Pasien Jadi Prioritas
Wakil Menteri Kesehatan Wamenkes RI Prof Dante Saksono Harbuwono foto bersama dengan lainnya usai membuka The 2nd National Forum of The Indonesian Health Council 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menekankan pentingnya penguatan keilmuan, legalitas, dan standar kompetensi tenaga medis di Indonesia. Dilansir dari laman Kemkes, upaya ini menjadi perhatian utama seiring pesatnya perkembangan teknologi kesehatan dan perubahan ilmu kedokteran yang semakin dinamis.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Wamenkes RI Prof Dante Saksono Harbuwono, saat membuka The 2nd National Forum of The Indonesian Health Council 2026 di Jakarta, pada 29 Oktober 2026.

Dalam sambutannya, Dante menegaskan bahwa legalitas dan kompetensi profesional yang terverifikasi merupakan fondasi utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Terlebih, kompetensi tenaga medis berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.

Ia mencontohkan kisah dalam film Catch Me If You Can, yang menggambarkan seseorang mampu meyakinkan orang lain dengan berpura-pura menjadi dokter atau pilot, meskipun tidak memiliki legalitas maupun kompetensi resmi.

"Seseorang bisa terlihat meyakinkan dan memiliki pengetahuan tertentu, tetapi ini tidak serta-merta membuktikan bahwa ia memiliki kompetensi profesional yang sesungguhnya. Dalam dunia kesehatan, kompetensi ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien dan harus diperhitungkan secara medis," tegas Dante.

Menurutnya, perkembangan ilmu kedokteran berlangsung sangat cepat. Bahkan, berdasarkan studi yang disampaikan, ilmu kedokteran dapat mengalami perubahan signifikan dalam kurun waktu tiga tahun. Hal ini memungkinkan prosedur medis yang saat ini digunakan nantinya digantikan dengan metode yang lebih efektif.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Kemenkes mendorong penguatan sinergi antara Konsil Kesehatan Indonesia, Kolegium Kesehatan, serta perguruan tinggi dan fakultas kedokteran. Kolaborasi ini diperlukan agar perkembangan teknologi kesehatan sejalan dengan peningkatan kompetensi dan tata kelola profesi medis.

Dalam forum tersebut, Kemenkes menetapkan lima agenda strategis bagi Konsil Kesehatan Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan nasional sekaligus memperkuat daya saing di tingkat global.

Kelima agenda tersebut meliputi penguatan standar kompetensi adaptif, pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning), peningkatan riset dan pengembangan, percepatan pemanfaatan teknologi digital secara etis, serta penguatan koordinasi dan akuntabilitas.

Dante mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam dunia kesehatan harus tetap berlandaskan prinsip kehati-hatian dan tidak boleh mengabaikan standar profesi maupun tanggung jawab tenaga medis terhadap pasien.

"Teknologi dapat membantu proses pembelajaran dan pengambilan keputusan medis, tetapi teknologi tidak boleh mengesampingkan prinsip kehati-hatian, standar profesi, dan tanggung jawab kepada pasien. Mari kita pastikan profesi kesehatan dibangun di atas keilmuan yang kokoh dan kompetensi yang tersandar," tambahnya.

Kemenkes berkomitmen terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan seluruh masyarakat Indonesia memperoleh akses pelayanan kesehatan berkualitas tinggi yang ditangani oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan dengan kompetensi serta legalitas yang jelas. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Perkuat Pencegahan TB, Jakarta Ditargetkan Bebas TBC pada 2030
Kemenkes Tingkatkan 66 RSUD dari Kelas D ke Kelas C, 21 Rumah Sakit Rampung Dibangun
Kemenkes Perkuat Sandbox Kesehatan, 11 Inovator Hadirkan Solusi Digital
Kemenkes Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi 175 Wartawan Senior, Temukan Kasus Hipertensi
Kemendikdasmen Hadirkan Buku Amerta, Tanamkan Kesadaran Konservasi Air Sejak Dini
Kemendikdasmen Luncurkan Peta Jalan Pendidikan Multibahasa Asia Tenggara
komentar
beritaTerbaru