Saurma mengatakan, penanganan berbagai persoalan yang dihadapi anak-anak dengan
HIV/
AIDS membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, YP ADHA berupaya membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat agar pendampingan serta edukasi dapat dilakukan lebih luas.
"Kami berpikir harus berkolaborasi dan mengajak semua pihak. Kami merupakan pelaksana yang mendampingi anak-anak dengan
HIV/
AIDS. Harapannya, melalui kerja sama ini, semakin banyak pihak yang ikut memberikan perhatian dan dukungan," ungkapnya.
Ia juga berharap Pemko Medan dapat memberikan dukungan terhadap kegiatan YP ADHA, termasuk rencana pelaksanaan peringatan Hari AIDS Sedunia pada November mendatang.
Peringatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap
HIV/
AIDS, sekaligus mengajak semua pihak menghapus stigma dan diskriminasi terhadap anak-anak serta keluarga yang terdampak. (P3)
beritaTerkait
komentar