Medan (buseronline.com) - Ketua TP PKK Kota Medan Ny Airin Rico Waas mengajak Yayasan Peduli Anak dengan HIV dan AIDS (YP ADHA) memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di Kota Medan.
Edukasi masyarakat, deteksi dini, serta penghapusan stigma dan diskriminasi menjadi fokus utama yang perlu dilakukan bersama. Ajakan tersebut disampaikan Airin saat menerima audiensi YP ADHA di Rumah Dinas Wali Kota Medan, pada 30 Oktober 2026.
Pertemuan itu membahas berbagai persoalan yang dihadapi anak dengan HIV/AIDS (ADHA), sekaligus upaya memperluas pendampingan dan dukungan bagi anak-anak serta keluarga terdampak.
Airin mengatakan, Pemko Medan melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat. Namun, penanganan
HIV/
AIDS tidak cukup hanya melalui pengobatan, melainkan harus diikuti edukasi yang tepat agar masyarakat memahami cara penularannya.
Menurutnya, pemahaman yang benar sangat penting untuk mencegah munculnya ketakutan berlebihan, stigma, maupun perlakuan diskriminatif terhadap orang yang hidup dengan HIV/AIDS.
Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi dan pemeriksaan dini, terutama bagi ibu hamil, perempuan, dan calon pengantin.
"Semua ibu hamil perlu menjalani pemeriksaan atau skrining HIV/AIDS. Begitu juga calon pengantin. Edukasi ini penting agar penularan bisa dicegah sejak dini," ujar Airin, didampingi Plt Kadis DP3APMP2KB Vianti Dewi Nasution dan Kabid P2P Dinas Kesehatan dr Sereivia Faradillah.
Airin mengapresiasi YP ADHA yang selama ini memberikan pendampingan kepada anak-anak dengan
HIV/
AIDS beserta keluarganya. Ia berharap kerja sama dapat diperluas melalui edukasi di media sosial dan sosialisasi langsung kepada masyarakat.
Selain itu, Airin mendorong keterlibatan kader Posyandu dan kelompok kerja (Pokja) PKK agar informasi mengenai pencegahan HIV/AIDS dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat lingkungan.
"Harus ada edukasi yang benar sehingga masyarakat lebih memahami
HIV/
AIDS dan tidak takut secara berlebihan. Kita berharap melalui kerja sama ini, upaya pencegahan dan penekanan angka
HIV/
AIDS di Kota Medan dapat berjalan lebih baik," katanya.
Sementara itu, Ketua YP ADHA, Saurma Siahaan, menjelaskan bahwa yayasan tersebut merupakan lembaga kesejahteraan sosial nirlaba yang berfokus pada pendampingan, pemenuhan hak, dan pemberian dukungan sosial bagi anak-anak dengan HIV/AIDS serta keluarga terdampak.
Saat ini, YP ADHA mendampingi 58 anak dengan
HIV/
AIDS di Sumatera Utara. Sebagian di antaranya telah memasuki usia remaja, bahkan ada yang berusia di atas 18 tahun dan telah menikah.
beritaTerkait
komentar