Menurutnya, selama ini sejumlah permasalahan warga kerap baru mendapatkan perhatian setelah disampaikan secara langsung kepadanya. Padahal, pola penanganan seperti itu tidak mungkin menjangkau seluruh masyarakat Jawa Barat.
Karena itu, Dedi meminta pemerintah kabupaten dan kota membangun sistem pemantauan yang mampu mendeteksi persoalan warga sejak dini. Informasi dari masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial, perlu dimanfaatkan agar pemerintah dapat merespons berbagai persoalan dengan lebih cepat.
Dengan langkah tersebut, persoalan kesehatan di lapangan diharapkan dapat segera ditangani tanpa harus menunggu masyarakat mengadu langsung kepada gubernur.
Pemprov Jabar berharap kerja sama dengan puluhan rumah sakit ini dapat memperkuat sistem perlindungan kesehatan, memperluas akses pelayanan medis, serta memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan memperoleh penanganan sesuai ketentuan yang berlaku. (R)
beritaTerkait
komentar