Sabtu, 26 September 2026

IGD Kota Bandung Tetap Siaga 24 Jam, Warga Diminta Tak Panik Hadapi Gejala Influenza

Sabtu, 26 September 2026 14:40 WIB
IGD Kota Bandung Tetap Siaga 24 Jam, Warga Diminta Tak Panik Hadapi Gejala Influenza
Pemerintah Kota Bandung memastikan layanan IGD di seluruh fasilitas kesehatan tetap siaga 24 jam di tengah meningkatnya kunjungan masyarakat dengan keluhan demam tinggi, batuk, pilek, dan gejala influenza.

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bandung memastikan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di seluruh fasilitas kesehatan tetap siaga 24 jam di tengah meningkatnya kunjungan masyarakat dengan keluhan demam tinggi, batuk, pilek, dan gejala influenza.

Dilansir dari laman Jabarprov, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, peningkatan kunjungan ke IGD menjadi perhatian Pemkot Bandung. Namun, masyarakat diminta tidak panik dan tetap mengikuti langkah pencegahan yang dianjurkan.

"Pada dasarnya kami tidak menganggap remeh fakta bahwa sekarang ini IGD lumayan penuh oleh para pasien yang mengeluhkan demam yang tinggi dan memiliki beberapa gejala influenza yang khas yaitu batuk dan pilek," kata Farhan, pada 23 September 2026.

Farhan menegaskan seluruh fasilitas kesehatan di Kota Bandung harus tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dan tidak boleh menolak pasien.

"Memastikan semua fasilitas kesehatan memberikan layanan yang terbaik. Prinsip bahwa tidak boleh menolak pasien itu harus berlaku di semua fasilitas kesehatan," ujarnya.

Pemko Bandung juga terus memantau perkembangan penyakit dengan gejala mirip influenza atau influenza like illness (ILI). Salah satu fasilitas sentinel yang digunakan untuk pemantauan adalah Puskesmas Padasuka.

Sampel pemeriksaan pasien selanjutnya dikirimkan ke Kementerian Kesehatan untuk penelitian lebih lanjut, termasuk mengetahui jenis atau strain virus yang beredar.

Farhan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api, dan pesawat.

Ia juga meminta anak-anak yang mengalami gejala flu untuk tidak memaksakan diri masuk sekolah. "Untuk anak-anak sekolah yang menunjukkan gejala flu sebaiknya tidak sekolah. Di rumah saja, kami akan izinkan dan kami maklumi," ucapnya.

Sementara anak-anak yang tetap bersekolah diimbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko penularan. Meski demikian, Farhan meminta masyarakat tidak melakukan pembelian masker secara berlebihan. "Tidak perlu melakukan panic buying masker, ngeborong masker," katanya.

Farhan menyebut meningkatnya kunjungan ke IGD, termasuk di RSUD Bandung Kiwari, tidak terlepas dari meningkatnya kewaspadaan masyarakat.

Warga yang sebelumnya cenderung mengobati sendiri gejala flu ringan di rumah kini lebih cepat mendatangi fasilitas kesehatan karena khawatir dengan kondisi yang berkembang.

"Kalau kemarin-kemarin mah flu sedikit, panas sedikit, ah minum obat aja di rumah, nah sekarang karena waspada jadi udah langsung lari ke IGD," ujarnya.

Menurut Farhan, meningkatnya kewaspadaan masyarakat perlu diapresiasi. Di sisi lain, Pemkot Bandung memastikan kapasitas fasilitas kesehatan dan tenaga medis tetap siap menghadapi peningkatan jumlah pasien.

"Buat kami ini menunjukkan bahwa kemampuan antisipasi dari masyarakat sudah sangat tinggi. Kami tentu bersyukur dengan hal itu tapi pada saat bersamaan kapasitas, fasilitas dan juga kemampuan dari nakes serta faskes di Kota Bandung siap untuk melayani," tuturnya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
MBG Harus Bergizi dan Aman, Pengawasan Pangan Jadi Perhatian
Ekonomi Kota Bandung Tumbuh 5,80 Persen pada Triwulan II 2026
Pajak Warga Jabar Topang Pendidikan Hampir 1 Juta Siswa
Festival Literasi Ciamis 2026 Dorong Masyarakat Terus Membaca dan Belajar
Pemko Bandung Targetkan PAD Sumbang Lebih dari 60 Persen Pendapatan Daerah
Indonesia Sukses Gelar Dua Kejuaraan Indoor Skydiving Internasional
komentar
beritaTerbaru