Rabu, 09 September 2026

PMI Bekasi Olah Air Telaga Hejo Jadi Air Bersih, Produksi Capai 100 Ribu Liter per Hari

Rabu, 09 September 2026 12:10 WIB
PMI Bekasi Olah Air Telaga Hejo Jadi Air Bersih, Produksi Capai 100 Ribu Liter per Hari
PMI Kabupaten Bekasi mengoperasikan water treatment untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.

Bekasi (buseronline.com) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi mengoperasikan water treatment untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.

Dilansir dari laman Jabarprov, sumber air yang digunakan berasal dari Telaga Hejo, Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru.

Sebelum dimanfaatkan, air dari sumber tersebut telah melalui pemeriksaan laboratorium dan dinilai layak untuk diolah menjadi air bantuan bagi masyarakat.

Humas PMI Kabupaten Bekasi Achmad Syarif mengatakan Telaga Hejo dipilih karena memiliki kualitas air yang cukup baik dan tingkat kejernihan yang mendukung proses pengolahan.

"Water treatment yang dipakai PMI Kabupaten Bekasi saat ini mengambil sumber air untuk dijernihkan sehingga bisa langsung diberikan kepada warga. Sumber airnya kita ambil dari Telaga Hejo, Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru," ujar Syarif di lokasi, pada 7 September 2026.

Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium tidak menemukan adanya kontaminasi pada sumber air tersebut. Kendati demikian, PMI tetap memberikan pengamanan tambahan melalui proses klorinasi.

Klorin diberikan untuk membantu membunuh mikroorganisme atau kuman yang masih mungkin terdapat di dalam air, termasuk bakteri Escherichia coli (E. coli).

"Kalau secara keamanan, dari laboratorium PMI, kita coba kasih klorin untuk membunuh kuman-kuman yang ada di airnya, salah satunya bakteri E. coli," jelasnya.

Proses pengolahan air dimulai dengan menyedot air dari Telaga Hejo menggunakan pompa. Air kemudian dialirkan ke union tank sebagai tempat penampungan awal.

Dari union tank, air selanjutnya masuk ke mesin filtrasi untuk menjalani proses penyaringan. Mesin tersebut merupakan milik PMI Pusat yang dipinjamkan dan dibawa ke Serang Baru guna mendukung pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Setelah melalui proses filtrasi, air ditampung sementara di water blender sebelum dialirkan ke tangki penyimpanan. Tangki yang digunakan dapat berasal dari PMI maupun BPBD.

PMI juga membuka kesempatan bagi masyarakat, instansi maupun perusahaan yang ingin membantu dengan menyediakan tangki atau galon untuk mendukung proses distribusi air bersih.

Syarif menyebutkan, satu rangkaian pengolahan air hingga penampungan akhir membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam.

Dari sisi kapasitas, water treatment PMI Kabupaten Bekasi mampu menghasilkan sedikitnya 50 ribu liter air per hari. Jika seluruh sistem dioperasikan secara maksimal, kapasitas produksi dapat mencapai sekitar 100 ribu liter per hari.

"Dalam sekali proses, minimal kita bisa 50 ribu liter dalam sehari. Kalau dimaksimalkan, biasanya sekitar 100 ribu liter," ungkap Syarif.

Namun, kapasitas produksi tidak hanya ditentukan kemampuan mesin. Ketersediaan tangki penampungan dan armada distribusi juga menjadi faktor penting.

Jika tangki penampungan telah penuh, air akan segera dipindahkan ke armada distribusi sehingga ruang penampungan dapat kembali digunakan untuk menampung hasil produksi berikutnya.

Operasional water treatment tersebut telah berlangsung selama lima hari hingga Senin (7/9/2026). Pengoperasian fasilitas ini menjadi salah satu bentuk respons PMI Kabupaten Bekasi dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan di sejumlah wilayah.

PMI memastikan air yang akan disalurkan kepada masyarakat telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemilihan sumber air, penampungan awal, filtrasi, penampungan lanjutan hingga proses klorinasi.

Meski telah melalui proses pengolahan, PMI tetap mengimbau masyarakat agar memasak air terlebih dahulu sebelum digunakan untuk konsumsi.

"Jadi sumber airnya kita pastikan terlebih dahulu, kemudian melalui proses filtrasi dan pengamanan dengan klorin sebelum akhirnya didistribusikan kepada masyarakat. Jangan lupa bagi masyarakat yang akan mengkonsumsinya air terlebih dahulu dimasak," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
SMKN 1 Setu Bekasi Tempati Gedung Baru
PMI Sebarluaskan Informasi Akses Layanan Kesehatan bagi Pengungsi Gempa di Reok
PMI Jateng Diminta Perkuat Peran dalam Penanganan Bencana dan Kekeringan
Prabowo dan PM India Narendra Modi Kunjungi Candi Prambanan, Perkuat Kerja Sama Budaya
Prabowo dan PM Modi Sepakat Perkuat Kerja Sama Jaga Perdamaian Dunia
PMI Demak Pastikan Donor Darah Aman, Ajak Warga Donor Sukarela
komentar
beritaTerbaru