Senin, 31 Agustus 2026

Wamenkes Dorong Gerakan Ayah Siaga untuk Dukung Kesehatan Anak

Senin, 31 Agustus 2026 10:20 WIB
Wamenkes Dorong Gerakan Ayah Siaga untuk Dukung Kesehatan Anak
Wamenkes RI Dante Saksono Harbuwono saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Bogor untuk meninjau pelaksanaan CKG Anak Sekolah dan program 1.000 HPK, Jumat (28/8/2026).

Bogor (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pemenuhan kesehatan dan gizi anak, terutama selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Dilansir dari laman Kemkes, hal itu disampaikan Dante saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Bogor, pada 28 Agustus 2026, untuk meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah dan program 1.000 HPK.

Menurut Dante, periode 1.000 HPK merupakan fase penting yang dimulai sejak 270 hari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Pada periode tersebut, perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat sehingga membutuhkan dukungan kesehatan dan gizi yang optimal.

"Perkembangan otak justru terjadi paling besar itu di usia 0 sampai 2 tahun. Oleh karena itu, investasi early years ini sangat penting," ujar Dante.

Ia menjelaskan, pemerintah menetapkan empat intervensi utama dalam program 1.000 HPK. Pertama, fase sebelum hamil melalui peningkatan kesehatan remaja putri dan skrining calon pengantin.

Kedua, masa kehamilan, persalinan, dan bayi baru lahir dengan memastikan ibu mendapatkan pemeriksaan kesehatan, termasuk USG, serta persalinan di fasilitas kesehatan yang aman.

Ketiga, periode anak bawah dua tahun (baduta), yang meliputi pemberian ASI eksklusif, pemenuhan kebutuhan gizi, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Keempat, penguatan layanan kesehatan dengan memastikan puskesmas dan rumah sakit memiliki fasilitas serta dukungan pembiayaan yang memadai.

Dante menegaskan, keberhasilan program 1.000 HPK tidak hanya bergantung pada pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga.

Karena itu, Kementerian Kesehatan mendorong Fatherhood Movement atau Gerakan Keayahan untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak.

"Kalau dulu kita kenal Suami Siaga saat persalinan, nanti di 1.000 HPK juga ada Ayah Siaga supaya anak-anaknya tumbuh sehat," katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menilai keluarga memiliki peran penting dalam membangun fondasi kesehatan dan pendidikan anak.

Menurut Veronica, kesibukan orang tua dan anak tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun kedekatan dalam keluarga. Ia mendorong orang tua menyediakan waktu berkualitas bersama anak.

"Yang terpenting adalah membangun quality time antara bapak, ibu, dan anak," ujar Veronica.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wamenkes: Indonesia Emas 2045 Harus Ditopang Penguatan Promotif dan Preventif
Kepemimpinan Kepala Daerah Jadi Kunci Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer
Wamenkes: Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Percepatan Inovasi Kesehatan Nasional
Wamenkes: One Health Jadi Kunci Kemandirian dan Kedaulatan Kesehatan Indonesia
Pemerintah Wajibkan Pelacakan 100 Persen Kontak Erat Pasien TB untuk Percepat Eliminasi 2030
Wamenkes: Obesitas Harus Dipandang sebagai Penyakit Kronis, Jadi Pemicu Utama Diabetes
komentar
beritaTerbaru