Minggu, 30 Agustus 2026

Indonesia Catat Sejarah, RSAB Harapan Kita Berhasil Lakukan Operasi Janin Terbuka Pertama

Minggu, 30 Agustus 2026 17:20 WIB
Indonesia Catat Sejarah, RSAB Harapan Kita Berhasil Lakukan Operasi Janin Terbuka Pertama
RSAB Harapan Kita berhasil melakukan open fetal surgery atau operasi janin terbuka untuk pertama kalinya di Indonesia.
Menurut Alfi, keberhasilan operasi sangat bergantung pada kerja sama berbagai disiplin ilmu. Stabilitas janin selama operasi menjadi salah satu faktor paling krusial.

"Pekerjaan ini bukan hanya pekerjaan bedah saraf. Semua memiliki peran yang sangat penting. Pada tindakan intrauterin, yang krusial adalah bagaimana menjaga janin tetap stabil. Apabila janin tidak stabil, operasi harus dihentikan," jelasnya.

Operasi tersebut melibatkan dokter bedah saraf, dokter fetomaternal, dokter obstetri dan ginekologi, dokter anestesi, perawat, serta tenaga penunjang lainnya.

Kolaborasi dengan Mater Mothers' Hospital, Brisbane, Australia, turut mendukung keberhasilan operasi. Maternal Fetal Medicine Dr. Glenn Radford mengatakan tindakan tersebut berjalan baik tanpa komplikasi.

"Yesterday, a historic event here in Indonesia, operating side-by-side with our friends from Harapan Kita, we performed the first surgery, and it went very well. We didn't have any complications," ujar Glenn.

Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Reni Wigati, mengatakan rumah sakitnya ditargetkan dapat melanjutkan layanan operasi janin tersebut secara mandiri setelah tim Australia kembali ke negaranya.

"Multidisiplin kami sudah siap. Setelah ini RSAB akan melanjutkan dengan pasien-pasien berikutnya dan juga menularkan kemampuan ini ke rumah sakit-rumah sakit lain yang memiliki keunggulan di bidang fetomaternal," ujarnya.

Kementerian Kesehatan juga mendorong pengembangan layanan tersebut melalui program pengampuan agar kemampuan operasi janin dapat dikembangkan di rumah sakit lain.

Keberhasilan open fetal surgery pertama di Indonesia ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan layanan kesehatan ibu dan anak. Pemerintah berharap penguatan kompetensi tenaga kesehatan, jejaring rujukan, dan kolaborasi internasional dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kedokteran berteknologi tinggi di dalam negeri. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
KPK-LKPP Luncurkan AKPK PBJ, Perkuat Integritas Pengadaan Pemerintah
Polda Metro Jaya Siagakan Tim Dokkes Layani Kesehatan Masyarakat Saat Aksi Penyampaian Aspirasi
Kesulitan Menulis Anak Bukan Selalu karena Malas, Buku 'Menulis Tanpa Menangis' Beri Solusi
Forum PIEPTN Rumuskan Tujuh Rekomendasi Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Densus 88 dan Pemprov DKI Perkuat Pencegahan Radikalisme di Kalangan Pelajar
KPK Tahan Eks Pejabat Pajak, Diduga Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar
komentar
beritaTerbaru