Di tengah keterbatasan fasilitas, tenaga kesehatan tetap berusaha menyelamatkan nyawa pasien. Salah satunya dilakukan oleh dr Restu dan tim yang melakukan operasi sesar darurat terhadap seorang ibu setelah akses jalan dan jembatan menuju fasilitas rujukan terputus.
Operasi dilakukan di lokasi yang masih memungkinkan digunakan dengan peralatan terbatas. Tindakan tersebut berhasil menyelamatkan seorang bayi prematur dengan berat 1.500 gram. Bayi tersebut kemudian mendapatkan perawatan intensif di ruang perinatologi.
Menkes juga memastikan ketersediaan peralatan medis penting, seperti mesin anestesi dan alat kauter untuk menghentikan pendarahan, di rumah sakit lapangan Nagekeo. Langkah tersebut dilakukan agar tenaga kesehatan dapat menangani korban secara cepat dan aman selama masa tanggap darurat.
Pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak sekaligus memulihkan fasilitas kesehatan dan membantu pemulihan kondisi psikologis para korban gempa. (R)
beritaTerkait
komentar