Jumat, 02 Oktober 2026

Posyandu Jateng Didorong Terus Berinovasi, Perkuat Edukasi Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 15:55 WIB
Posyandu Jateng Didorong Terus Berinovasi, Perkuat Edukasi Masyarakat
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin saat mengunjungi Posyandu di Desa Sribit, Kabupaten Sragen, Kamis (13/8/2026).

Sragen (buseronline.com) - Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mendorong seluruh Posyandu di 35 kabupaten/kota terus meningkatkan inovasi pelayanan dan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.

Menurut Nawal, kader Posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Peran tersebut semakin strategis setelah Posyandu bertransformasi menjadi lembaga yang memberikan pelayanan berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Dilansir dari laman Jatengprov, hal itu disampaikan Nawal saat mengunjungi Posyandu di Desa Sribit, Kabupaten Sragen, Kamis. Dalam kunjungan tersebut, ia mengapresiasi percepatan transformasi pelayanan enam SPM serta berbagai inovasi yang telah dikembangkan Posyandu di daerah.

Nawal menilai, Posyandu tidak cukup hanya menunggu masyarakat datang untuk mendapatkan pelayanan. Para kader juga diharapkan aktif melakukan sosialisasi dan edukasi sesuai dengan bidang pelayanan masing-masing.

"Selain pelayanan di enam SPM, Posyandu ini memiliki inovasi tidak hanya menerima aduan masyarakat, tetapi aktif menyosialisasikan materi-materi dan mengedukasi sesuai dengan bidangnya masing-masing," ujar Nawal.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah hadirnya layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam bidang pendidikan. Menurut Nawal, pengenalan literasi digital juga penting dilakukan sejak anak masih berada pada usia dini.

Di bidang pangan, kader Posyandu turut aktif memberikan edukasi mengenai pola konsumsi pangan B2SA, yakni Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman.

Nawal menyebutkan, saat ini terdapat 49.149 lembaga Posyandu di Jawa Tengah. Sebagian di antaranya telah menjalankan transformasi dengan memberikan pelayanan berbasis enam SPM.

Ia berharap berbagai inovasi dan praktik baik yang telah diterapkan sejumlah Posyandu dapat menjadi contoh bagi Posyandu lainnya di Jawa Tengah.

"Materi-materi yang disosialisasikan itu sangat relevan untuk bisa menginspirasi Posyandu-Posyandu yang ada di 35 kabupaten/kota. Sehingga, saya mendorong untuk itu," katanya.

Nawal juga mendorong agar praktik-praktik baik Posyandu terus disebarluaskan melalui berbagai media, termasuk media sosial. Dengan demikian, inovasi yang telah berhasil diterapkan di satu daerah dapat direplikasi dan dikembangkan oleh Posyandu di daerah lainnya.

Ia berharap penguatan inovasi mampu meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu sekaligus mendorong semakin banyak kader terlibat aktif dalam memberikan edukasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wamendikdasmen Dorong Revitalisasi Sekolah di Daerah Rawan Banjir Demak
Nawal Dorong Penguatan Layanan Terpadu untuk Tekan Kekerasan Perempuan dan Anak
Guru Dilibatkan Hapus Stigma Kusta terhadap Anak di Jepara
Dirjen Dikmen Diksus Ajak Masyarakat Perkuat Gerakan Literasi
Kemenkes Siapkan Alat Diagnostik TBC untuk 884 Puskesmas di Jateng
Puluhan Anak Muda Jateng-DIY Pamerkan Inovasi AI di Young Coder World Cup 2026
komentar
beritaTerbaru