Selasa, 11 Agustus 2026

Anggota Komisi IX DPR RI Dorong Keluarga Indonesia Terencana untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Selasa, 11 Agustus 2026 12:45 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Dorong Keluarga Indonesia Terencana untuk Wujudkan Generasi Emas 2045
Sosialisasi program Bangga Kencana di Gedung KUD Mina Kragan, Kabupaten Rembang, Sabtu (8/8/2026).

Rembang (buseronline.com) - Setiap keluarga di Indonesia didorong memiliki perencanaan yang matang dalam membangun keluarga. Perencanaan keluarga dinilai menjadi salah satu kunci penting untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045.

Dilansir dari laman Jatengprov, hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, saat sosialisasi program Bangga Kencana di Gedung KUD Mina Kragan, Kabupaten Rembang, Sabtu.

Edy mengatakan, setiap keluarga perlu menentukan perencanaan sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing, termasuk dalam menentukan jumlah anak.

"Setiap warga Indonesia hendaknya memiliki rencana dalam berkeluarga. Setiap keluarga harus terencana, entah mau anak satu, dua atau tiga," kata Edy.

Menurutnya, Generasi Emas 2045 harus diisi oleh sumber daya manusia yang sehat, kuat, dan cerdas. Untuk itu, pemenuhan kebutuhan gizi harus menjadi perhatian sejak dini.

Ia menyebut stunting masih menjadi salah satu tantangan dalam menyiapkan generasi berkualitas. Pencegahan stunting, kata dia, harus dilakukan secara berkelanjutan mulai dari masa remaja putri, kehamilan, hingga 1.000 hari pertama kehidupan.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama BKKBN, Prof. Budi Setiyono, mengatakan pemerintah terus memperkuat berbagai program untuk menekan angka stunting.

Salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD.

"Jangan sampai anak atau cucu bapak ibu lahir stunting. Bayi yang lahir tidak normal, kurang berat badannya, atau tinggi badannya, dan nantinya juga mengganggu tumbuh kembang anak termasuk menurunkan kemampuan kognitif anak," ujarnya.

Budi menjelaskan, pemberian MBG bagi ibu hamil bertujuan mencegah anemia dan kekurangan energi kronis sehingga bayi dapat lahir sehat.

Sedangkan bagi ibu menyusui, program tersebut diharapkan dapat mendukung kualitas dan volume ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Adapun MBG bagi balita non-PAUD ditujukan untuk mencegah risiko stunting sekaligus mendukung pemantauan tumbuh kembang anak.

Di Kabupaten Rembang sendiri, tiga desa telah menyandang status Kampung Keluarga Berkualitas atau Kampung Berencana tingkat berkelanjutan. Ketiganya yakni Desa Sendangmulyo, Woro, dan Sumbergayam.

Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang, Nurdin Fahrudin, berharap penguatan program Bangga Kencana, peningkatan kepesertaan KB, serta pemenuhan gizi sejak masa remaja hingga 1.000 hari pertama kehidupan terus ditingkatkan.

"Upaya tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemkab Garut, BMKG, dan Komisi V DPR RI Gelar Sekolah Lapang Gempabumi Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat
RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia Disepakati Lanjut ke Paripurna DPR
Bintang Sobat SMP 2026 Siapkan Generasi Muda Jadi Agen Perubahan
KPK Siap Tarik Kembali Aset Rampasan Korupsi yang Tak Dirawat
Jateng Jadi Role Model Nasional CKG, Program Speling Dongkrak Partisipasi Masyarakat
Stok Beras Nasional Capai Rekor Tertinggi, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Kian Kuat
komentar
beritaTerbaru