Minggu, 02 Agustus 2026

Wamenkes: Indonesia Emas 2045 Harus Ditopang Penguatan Promotif dan Preventif

Minggu, 02 Agustus 2026 17:40 WIB
Wamenkes: Indonesia Emas 2045 Harus Ditopang Penguatan Promotif dan Preventif
Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dante Saksono Harbuwono saat menjadi keynote speaker pada Dies Natalis ke-61 FKM Universitas Indonesia yang mengusung tema "FKM Bertumbuh: Sehat Utuh dan Masyarakat Tangguh", di Depok, Rabu (29/7/2026).

Depok (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa pembangunan kesehatan menuju Indonesia Emas 2045 harus bertumpu pada penguatan upaya promotif dan preventif, bukan hanya pelayanan kuratif.

Menurutnya, sumber daya manusia kesehatan masyarakat memiliki peran strategis dalam melahirkan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof Dante saat menjadi keynote speaker pada Dies Natalis ke-61 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia yang mengusung tema "FKM Bertumbuh: Sehat Utuh dan Masyarakat Tangguh", di Depok, Rabu.

Prof Dante menjelaskan, layanan kesehatan hanya berkontribusi sekitar 20 persen terhadap derajat kesehatan masyarakat. Sementara itu, sekitar 80 persen sisanya dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, kondisi sosial ekonomi, dan lingkungan.

"Karena itu, penyelesaian masalah kesehatan masyarakat membutuhkan pemimpin, peneliti, dan penyusun kebijakan dari bidang kesehatan masyarakat," ujarnya dilansir dari laman Kemkes.

Ia menyebut Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya angka perokok usia muda, rendahnya aktivitas fisik, meningkatnya gangguan kesehatan mental pada remaja, kemiskinan, stunting, urbanisasi, hingga dampak perubahan iklim.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui pelayanan pengobatan, tetapi memerlukan kolaborasi lintas sektor yang didukung rekomendasi kebijakan yang kuat.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Dante menekankan tiga peran utama institusi pendidikan kesehatan masyarakat, yakni mencetak lulusan yang memiliki kepemimpinan, kemampuan analisis data, serta mampu mengeksekusi solusi kesehatan di lapangan; menjadi mitra pemerintah dalam mendukung transformasi kesehatan melalui rekomendasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan; dan memperkuat kolaborasi internasional untuk mendorong lahirnya kebijakan kesehatan global serta membuka peluang kerja sama riset.

Ia juga mengajak mahasiswa menjadi agen perubahan yang mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat, serta mendorong perguruan tinggi untuk melahirkan pemimpin kesehatan masyarakat yang berdampak di tingkat nasional maupun global.

Sementara itu, Dekan FKM Universitas Indonesia, Prof Indri Hapsari Susilowati mengatakan Dies Natalis ke-61 menjadi momentum bagi FKM UI untuk terus memperkuat pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola yang berintegritas guna memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pembangunan kesehatan Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Indonesia Prof Heri Hermansyah menyampaikan bahwa FKM UI telah menjadi salah satu pilar penting pembangunan kesehatan nasional melalui kontribusi alumninya di berbagai daerah, dunia industri, hingga penyusunan kebijakan publik.

Ia berharap FKM UI terus memperkuat kepemimpinan di bidang kesehatan masyarakat serta menghasilkan inovasi dan rekomendasi kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia maupun dunia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kepemimpinan Kepala Daerah Jadi Kunci Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer
Wamenkes: Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Percepatan Inovasi Kesehatan Nasional
Wamenkes: One Health Jadi Kunci Kemandirian dan Kedaulatan Kesehatan Indonesia
Pemerintah Wajibkan Pelacakan 100 Persen Kontak Erat Pasien TB untuk Percepat Eliminasi 2030
Wamenkes: Obesitas Harus Dipandang sebagai Penyakit Kronis, Jadi Pemicu Utama Diabetes
Bantuan Presiden Prabowo Tiba di Pengungsian Intan Jaya, Satgas Damai Cartenz Salurkan 150 Paket Sembako
komentar
beritaTerbaru