Rabu, 04 November 2026

Pemprov Jateng Dorong Peternak Terapkan Silase untuk Jaga Produksi Susu Saat Kemarau

Minggu, 26 Juli 2026 12:35 WIB
Pemprov Jateng Dorong Peternak Terapkan Silase untuk Jaga Produksi Susu Saat Kemarau
Pemprov Jateng terus berupaya menjaga kualitas dan kuantitas produksi susu sapi selama musim kemarau.

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus berupaya menjaga kualitas dan kuantitas produksi susu sapi selama musim kemarau. Dilansir dari laman Jatengprov, salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong peternak menerapkan teknik silase sebagai solusi penyediaan pakan hijauan.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah, drh Andiningtyas Mula Pertiwi mengatakan bahwa musim kemarau dapat mengurangi ketersediaan hijauan segar yang menjadi pakan utama sapi. Padahal, sekitar 70 persen keberhasilan usaha peternakan ditentukan oleh pemberian pakan yang tepat.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemprov Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota memberikan pelatihan dan bimbingan teknis kepada peternak mengenai pembuatan silase. Teknik ini merupakan metode pengawetan hijauan melalui proses fermentasi dalam kondisi kedap udara (anaerob), sehingga pakan dapat disimpan dalam jangka waktu lama.

Menurut Andiningtyas, silase dapat dipanen setelah sekitar tiga minggu proses fermentasi dan, jika disimpan dengan baik, mampu bertahan hingga tiga tahun. Dengan demikian, peternak tetap memiliki cadangan pakan berkualitas selama musim kemarau.

Selain pakan, ketersediaan air juga menjadi faktor penting dalam menjaga produksi susu sapi. Oleh karena itu, Distannak Jawa Tengah mengusulkan bantuan pompa air kepada Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air minum ternak sekaligus mendukung ketersediaan hijauan.

Dalam upaya menjaga kesehatan ternak, pemerintah juga terus menggencarkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pemberian vaksin penguat (booster), serta memperketat biosekuriti dan pengawasan lalu lintas ternak. Selain itu, layanan kesehatan hewan keliling (Healing) terus dioptimalkan untuk membantu peternak.

Saat ini, Jawa Tengah menempati peringkat ketiga sebagai daerah penghasil susu terbesar di Indonesia dengan produksi sekitar 75 ribu ton per tahun. Sentra produksi susu tersebar di Boyolali, Kabupaten Semarang, Salatiga, Banyumas, Wonosobo, Temanggung, dan Banjarnegara.

Andiningtyas menambahkan, rencana investasi peternakan sapi perah di Kabupaten Brebes diperkirakan akan meningkatkan produksi susu secara signifikan. Dengan populasi sekitar 30 ribu ekor sapi perah dan target produksi mencapai 180 ribu ton per tahun, produksi susu Jawa Tengah diproyeksikan meningkat hingga 2,4 kali lipat dibandingkan saat ini. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Jawa Tengah Bidik Investasi Rp9,7 Triliun dari Investor Vietnam dan Tiongkok
20.521 Posyandu di Jawa Tengah Terapkan Enam SPM, Nawal Yasin Tekankan Pelayanan Berdampak bagi Masyarakat
Wagub Jateng Luncurkan Pandu Tangguh, Kader Posyandu Dampingi Perbaikan Data Bansos
1,49 Juta Warga Jateng Terlibat Judi Online, Pemprov Siapkan Langkah Penindakan
Pemprov Jateng Buka Beasiswa S1 dan S2 untuk Guru Madrasah Diniyah
Skor SPI Klaten 73,97, KPK Dorong Pembenahan Tata Kelola Pemerintahan
komentar
beritaTerbaru