Selain pakan, ketersediaan air juga menjadi faktor penting dalam menjaga produksi susu sapi. Oleh karena itu, Distannak
Jawa Tengah mengusulkan bantuan pompa air kepada Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air minum ternak sekaligus mendukung ketersediaan hijauan.
Dalam upaya menjaga kesehatan ternak, pemerintah juga terus menggencarkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pemberian vaksin penguat (booster), serta memperketat biosekuriti dan pengawasan lalu lintas ternak. Selain itu, layanan kesehatan hewan keliling (Healing) terus dioptimalkan untuk membantu peternak.
Saat ini, Jawa Tengah menempati peringkat ketiga sebagai daerah penghasil susu terbesar di Indonesia dengan produksi sekitar 75 ribu ton per tahun. Sentra produksi susu tersebar di Boyolali, Kabupaten Semarang, Salatiga, Banyumas, Wonosobo, Temanggung, dan Banjarnegara.
Andiningtyas menambahkan, rencana investasi peternakan sapi perah di Kabupaten Brebes diperkirakan akan meningkatkan produksi susu secara signifikan. Dengan populasi sekitar 30 ribu ekor sapi perah dan target produksi mencapai 180 ribu ton per tahun, produksi susu
Jawa Tengah diproyeksikan meningkat hingga 2,4 kali lipat dibandingkan saat ini. (R)
beritaTerkait
komentar