Rabu, 22 Juli 2026

Pemprov Jabar Perkuat Layanan Kesehatan Primer Lewat Program KITA SEHAT

Rabu, 22 Juli 2026 13:30 WIB
Pemprov Jabar Perkuat Layanan Kesehatan Primer Lewat Program KITA SEHAT
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan saat menghadiri peluncuran Program KITA SEHAT di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan layanan kesehatan primer yang terintegrasi.

Dilansir dari laman Jabarprov, komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan saat menghadiri peluncuran Program KITA SEHAT di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin.

Erwan mengatakan bahwa peningkatan kualitas kesehatan masyarakat merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul di Jawa Barat.

Menurutnya, Program KITA SEHAT menjadi langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan primer sekaligus mendorong reformasi tata kelola kesehatan yang lebih efektif, merata, dan berkelanjutan.

Program tersebut dinilai sangat relevan dengan tantangan kesehatan yang dihadapi Jawa Barat, terutama dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting serta meningkatkan gizi balita.

Melalui kolaborasi ini, transformasi layanan kesehatan di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, Pemprov Jawa Barat sebelumnya telah meluncurkan Program Dokter Desa yang menghadirkan tenaga medis ke wilayah-wilayah terpencil.

Inovasi tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas.

"Keberhasilan transformasi kesehatan di Jawa Barat akan memberikan dampak yang sangat signifikan, tidak hanya bagi warga Jawa Barat, tetapi juga bagi pencapaian target pembangunan kesehatan nasional," ujar Erwan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa meningkatnya angka harapan hidup merupakan indikator sederhana keberhasilan pembangunan kesehatan.

Pemerintah menargetkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia meningkat dari 74 tahun menjadi 76 tahun dalam lima tahun ke depan.

Menurut Budi, fokus utama pemerintah adalah menjaga masyarakat agar tetap sehat melalui penguatan layanan kesehatan primer dan upaya promotif serta preventif.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk rutin menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko penyakit.

Selain itu, Program KITA SEHAT yang didukung Pemerintah Australia diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan primer sehingga upaya promotif dan preventif dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata di seluruh Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Korps Brimob Polri Gelar Leadership Camp untuk Siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Cikeas
MPLS Pancawaluya 2026 Jadi Momentum Pembentukan Karakter Pelajar Jawa Barat
KDM: Anak Terlalu Lama Bermain Gawai Terancam Gangguan Kesehatan
Wakil Wali Kota Bandung Tekankan MPLS Jadi Sarana Pembentukan Karakter, Bukan Perpeloncoan
Pemko Bandung Luncurkan Program Zero New Stunting, Fokus pada Perbaikan Sanitasi dan Lingkungan
Pemko Bandung Gelar Vaksinasi Rabies Gratis Lewat Gerakan Bangsawan
komentar
beritaTerbaru