Rabu, 15 Juli 2026

Kemenkes Perkuat Deteksi Dini Kanker hingga Puskesmas untuk Tekan Angka Kematian

Rabu, 15 Juli 2026 16:00 WIB
Kemenkes Perkuat Deteksi Dini Kanker hingga Puskesmas untuk Tekan Angka Kematian
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan kata sambutan dalam ICCF 2026 di Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus melakukan transformasi layanan kanker guna menekan tingginya angka kematian akibat penyakit tersebut di Indonesia.

Dilansir dari laman Kemkes, salah satu langkah yang dilakukan adalah mendistribusikan alat deteksi dini berteknologi canggih hingga tingkat Puskesmas dan mempercepat pemenuhan dokter spesialis onkologi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sebagian besar kematian akibat kanker di Indonesia disebabkan oleh keterlambatan diagnosis. Menurutnya, lebih dari 80 persen pasien kanker baru terdiagnosis ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut, yakni stadium tiga atau empat.

"Kunci utama penanggulangan kanker adalah deteksi cepat dan pengobatan cepat. Jika diketahui pada stadium satu, peluang kesembuhan dengan teknologi yang ada saat ini sangat tinggi," ujar Budi dalam Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 di Jakarta, Minggu.

Berdasarkan data GLOBOCAN, Indonesia mencatat 408.661 kasus baru kanker dengan 242.988 kematian setiap tahun. Kanker menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga secara nasional. Pada perempuan, kasus didominasi kanker payudara dan kanker serviks, sedangkan pada laki-laki didominasi kanker paru dan kanker kolorektal.

Untuk meningkatkan deteksi dini, Kemenkes telah melengkapi 10.000 Puskesmas dengan mesin X-ray digital dan alat ultrasonografi (USG) berbasis kecerdasan buatan (AI). Peralatan tersebut digunakan untuk membantu mendeteksi kanker paru dan benjolan pada payudara.

Selain itu, layanan tes HPV DNA untuk mendeteksi virus penyebab kanker serviks juga mulai disiapkan di fasilitas kesehatan primer. Di tingkat rujukan, sebanyak 514 kabupaten/kota akan dilengkapi layanan CT scan guna mendukung penegakan diagnosis lanjutan.

Kemenkes juga menargetkan pengadaan 60 alat PET scan pada 2028, memperluas layanan kemoterapi di 500 kabupaten/kota, serta membangun fasilitas terapi proton pertama di RS Kanker Dharmais.

Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Arianti Anaya, menyatakan pihaknya siap mempercepat pemenuhan dokter spesialis onkologi melalui program Fellowship dan Advanced Clinical Training.

"Melalui program tersebut, kebutuhan sumber daya manusia kesehatan khusus penanganan kanker dapat segera terpenuhi untuk melayani masyarakat," kata Arianti.

Sebagai langkah jangka panjang, Kemenkes telah menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker 2024-2034 dan mengintegrasikan data registri kanker nasional ke dalam laporan global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pemerintah juga menyiapkan penerapan kedokteran genomik (precision medicine) yang memungkinkan deteksi risiko kanker melalui tes genetik sebelum penyakit berkembang.

"Melalui pemerataan teknologi, pembenahan SDM, serta penguatan registri nasional, kita optimistis angka kematian akibat kanker di Indonesia dapat ditekan secara drastis," ujar Budi. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Gandeng Takeda Bangun Ekosistem Obat Derivat Plasma Pertama di Asia Tenggara
Menkes Dorong Deteksi Dini dan Penghapusan Stigma terhadap Penyintas Kusta
Kemenkes Ajak Masyarakat Hapus Stigma Kusta demi Percepat Eliminasi Penyakit
Pemerintah Perkuat Pencegahan dan Penanganan Stroke melalui Program Cek Kesehatan Gratis
Menkes Ajak Generasi Muda Terapkan Pola Makan Sehat Berbasis Pangan Lokal
Kemenkes dan Kemendes PDT Perkuat Kolaborasi Wujudkan Indonesia Sehat Hingga Desa
komentar
beritaTerbaru