Semarang (buseronline.com) - Jawa Tengah kembali mencatat prestasi di bidang kesehatan dengan menjadi provinsi dengan jumlah peserta Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terbanyak di Indonesia.
Dilansir dari laman
Jatengprov, keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan RI dan dinilai tidak lepas dari kolaborasi program CKG dengan layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang diinisiasi Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Zulfachmi Wahab mengatakan jumlah warga yang mengikuti program CKG terus menunjukkan angka yang tinggi. Pada 2025, sebanyak 14.587.365 warga mendaftar dan 14.293.190 orang telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan. Sementara hingga pertengahan 2026, tercatat 11.004.804 warga mendaftar dan 10.787.321 orang telah terlayani.
Menurut Zulfachmi, tingginya partisipasi masyarakat tidak terlepas dari sinergi antara program nasional CKG dan program Speling yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi.
"Kolaborasi program Pak Presiden, yakni CKG, dan program prioritas Pak Gubernur Jawa Tengah, Speling, berdampak luar biasa bagi masyarakat," ujarnya, Rabu.
Data Dinas Kesehatan
Jawa Tengah menunjukkan, sejak 2025 hingga 10 Juni 2026, program Speling telah melayani 107.083 warga di 454 kecamatan dan 1.138 desa. Selama periode tersebut, layanan dokter spesialis keliling telah dilaksanakan sebanyak 1.248 kali.
Program CKG berfokus pada pemeriksaan kesehatan dasar berdasarkan kelompok usia, termasuk skrining penyakit menular dan penyakit metabolik seperti diabetes, kolesterol, hipertensi, hingga kanker.
Sementara Speling menitikberatkan pada empat layanan prioritas, yakni skrining kanker serviks, pemeriksaan tuberkulosis paru, pemeriksaan ibu hamil, dan kesehatan jiwa.
Selain itu, Speling juga menyediakan layanan tambahan berupa pemeriksaan rontgen mobile serta konsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis jiwa.
Menurut Zulfachmi, berbagai inovasi layanan tersebut berhasil meningkatkan minat masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
"Untuk di Pulau Jawa, secara proporsional target tertinggi ada di Jawa Barat atau Jawa Timur. Kita di urutan keempat. Tetapi Jawa Tengah bisa leading, nomor satu kunjungan," katanya.
Untuk mempercepat pemerataan layanan kesehatan, Dinas Kesehatan
Jawa Tengah menargetkan pelaksanaan Speling di sekitar 1.000 desa sepanjang 2026 dengan sasaran 100.000 warga.
Pemerintah provinsi juga memperkuat kerja sama dengan Polda
Jawa Tengah dalam pelacakan kasus tuberkulosis serta menggandeng sejumlah perguruan tinggi agar mahasiswa baru menjalani pemeriksaan kesehatan.
Selain itu, hasil pemeriksaan dari program CKG akan diintegrasikan dengan layanan Speling untuk mempermudah rujukan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan ke rumah sakit milik Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah yang tersebar di berbagai wilayah.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Program CKG telah melayani 42.297.657 orang di 38 provinsi. Dari jumlah tersebut, Jawa Tengah menjadi daerah dengan capaian peserta tertinggi secara nasional.
"Saya perhatikan jumlah tertinggi tetap di
Jawa Tengah. Artinya edukasi ke masyarakat sudah cukup baik karena sudah 10 juta lebih. Jawa Timur 6,8 juta, Jawa Barat 5,2 juta, padahal penduduk Jawa Barat lebih tinggi dibanding
Jawa Tengah. Artinya CKG di
Jawa Tengah berjalan cukup baik," ujar Benjamin saat rapat bersama DPR RI, Selasa. (R)
beritaTerkait
komentar