Senin, 08 Juni 2026

Pemerintah Perkuat Sektor Persusuan Nasional untuk Dukung Program MBG dan Indonesia Emas 2045

Senin, 08 Juni 2026 18:07 WIB
Pemerintah Perkuat Sektor Persusuan Nasional untuk Dukung Program MBG dan Indonesia Emas 2045
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, saat menghadiri peringatan HSN 2026 di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor persusuan nasional melalui peningkatan populasi sapi perah, produksi susu dalam negeri, serta konsumsi susu masyarakat.

Dilansir dari laman Kementan, upaya tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, saat menghadiri peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu.

Menurut Sudaryono, susu merupakan salah satu sumber protein hewani terbaik yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak-anak Indonesia.

"Protein dalam susu memiliki kualitas yang baik dan mudah diserap tubuh. Ini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang fisik maupun kecerdasan generasi muda Indonesia," ujarnya.

Sudaryono menegaskan bahwa pembangunan sektor persusuan tidak hanya berkaitan dengan aspek produksi dan ekonomi, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini fokus pada dua agenda besar, yakni meningkatkan produksi susu nasional dan mendorong peningkatan konsumsi susu masyarakat.

Langkah tersebut menjadi semakin penting mengingat kebutuhan susu dalam negeri terus meningkat, terutama untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

"Produksi susu kita masih sebagian dipenuhi melalui impor. Karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan jumlah sapi perah sekaligus mendorong konsumsi susu per kapita, terutama bagi anak-anak," katanya.

Di sisi produksi, Sudaryono mengakui bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan berupa terbatasnya jumlah sapi perah. Menurutnya, teknologi reproduksi dan ketersediaan bibit sudah cukup memadai, namun populasi ternak hidup masih perlu ditingkatkan secara signifikan.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah terus mendorong investasi dari pihak swasta maupun BUMN guna mendatangkan sapi perah dari berbagai negara. Sejumlah komitmen investasi bahkan telah muncul dengan skala ribuan hingga puluhan ribu ekor sapi.

Selain itu, pemerintah juga tengah menjajaki pengembangan sapi perah tropis dari Brasil yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi iklim Indonesia.

Pengembangan peternakan sapi perah akan difokuskan pada wilayah dengan suhu yang relatif sejuk seperti Lembang, Boyolali, Baturaden, Pasuruan, dan Blitar.

Sudaryono menambahkan, pemerintah membuka peluang seluas-luasnya bagi investor dalam dan luar negeri untuk mengembangkan usaha persusuan di Indonesia. Berbagai kemudahan perizinan dan insentif terus diberikan guna menciptakan iklim investasi yang kondusif.

"Indonesia memiliki pasar yang sangat besar dan kebutuhan susu yang terus meningkat. Ditambah lagi adanya Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi pasar potensial bagi produk susu nasional. Karena itu, kami optimistis sektor persusuan Indonesia akan berkembang lebih cepat ke depan," ujarnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap dapat membangun ekosistem persusuan nasional yang tangguh, modern, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat serta memperkuat ketahanan pangan nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Hadiri Pertemuan Akbar MBG, Prabowo Tegaskan Pentingnya Investasi Gizi untuk Generasi Emas 2045
Presiden Prabowo: Tak Ada Toleransi Penyimpangan dalam Program MBG
Presiden Prabowo Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 111 Jakarta
Rico Waas: Program MBG di Medan Dorong Gizi Anak dan Perkuat Ekonomi Lokal
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
Wakil Kepala BGN Tinjau Pelaksanaan Program MBG di SMAN 28 Jakarta
komentar
beritaTerbaru