Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang jejaring pengampuan mata.
Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya layanan kesehatan mata bagi masyarakat Sumut.
Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu.
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan, kerja sama tersebut sejalan dengan program prioritas Pemprov Sumut di bidang kesehatan.
Menurutnya, setelah memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, pemerintah kini berfokus pada peningkatan kualitas layanan yang diterima masyarakat.
"Pemprov Sumut, hari ini salah satu program prioritas di bidang kesehatan yang pertama kali kami capai adalah bagaimana masyarakat Sumut bisa mengakses layanan kesehatan. Hari ini setelah masyarakat mendapat layanan kesehatan, kami coba meningkatkan kualitas layanannya," ujar Bobby Nasution.
Ia menjelaskan, peningkatan kualitas layanan kesehatan dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari pembenahan fasilitas kesehatan hingga penguatan kapasitas layanan rumah sakit.
"Kami mencoba memperbaiki fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dan RSUD. Hari ini, nota kesepahaman ini menjadi bagian dari pengoptimalan layanan rumah sakit, khususnya rumah sakit mata yang dimiliki Provinsi Sumut," katanya.
Sebagai informasi, Rumah Sakit Mata Cicendo merupakan Pusat Mata Nasional yang menjadi rujukan pelayanan kesehatan mata di Indonesia.
Direktur Utama Rumah Sakit Mata Cicendo, Antonia Kartika, menjelaskan bahwa program jejaring pengampuan mata difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dokter dan perawat mata di Sumut.
"Kami telah memulai tahap pertama berupa peningkatan basic science atau teori melalui zoom meeting. Besok kami akan menggelar workshop bagi dokter mata dari sekitar 49 rumah sakit di Sumatera Utara serta perawat mata. Selanjutnya, kami akan melakukan pendampingan operasi katarak," ujar Kartika.
Selain meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, program pengampuan juga diarahkan untuk menekan angka kebutaan di Indonesia yang masih tergolong tinggi.
Menurut Kartika, prevalensi kebutaan di Indonesia saat ini mencapai sekitar 3 persen. Karena itu, program pengampuan diharapkan mampu meningkatkan penanganan berbagai penyakit penyebab kebutaan.
"Kami melakukan pengampuan untuk menurunkan angka tersebut, terutama pada penyakit penyebab kebutaan seperti katarak, retinopati diabetik, glaukoma, dan penyakit mata lainnya," pungkasnya. (P3)
beritaTerkait
komentar