Bandung (buseronline.com) - Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung sekaligus dokter spesialis penyakit dalam, Dr dr Agung Firmansyah Sumantri SpPD KHOM MMRS FINASIM mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap dirinya sehat hanya karena tidak merasakan gejala penyakit.
Dilansir dari laman Jabarprov, menurutnya, banyak penyakit kronis berkembang tanpa keluhan pada tahap awal sehingga sering terlambat terdeteksi. Hal tersebut disampaikan Agung dalam
Sonata Talkshow bersama PR FM bertajuk "Merasa Sehat Belum Tentu Sehat: Mengapa
Medical Check-Up Penting?" yang disiarkan, Rabu.
Agung menjelaskan, sejumlah penyakit seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, hingga gangguan ginjal sering kali tidak menunjukkan gejala pada fase awal. Akibatnya, banyak penderita baru mengetahui penyakitnya setelah kondisinya memburuk dan menimbulkan komplikasi.
"Berbeda antara tidak ada gejala dengan tidak ada penyakit. Banyak penyakit pada stadium awal tidak menimbulkan keluhan sehingga baru diketahui ketika sudah lebih berat," ujarnya.
Ia mencontohkan hipertensi yang kerap tidak menimbulkan gejala meski tekanan darah sudah berada pada angka tinggi. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat merusak organ vital, terutama ginjal. Begitu pula dengan diabetes yang sering tidak disadari penderitanya, bahkan saat memasuki fase prediabetes.
Selain itu, Agung juga menyoroti dislipidemia atau kadar kolesterol tinggi yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner maupun stroke.
Menurutnya, beberapa jenis kanker juga termasuk penyakit yang sulit dikenali sejak awal karena minim gejala. Pada perempuan, kanker payudara dan kanker serviks menjadi ancaman yang perlu diwaspadai, sedangkan pada laki-laki antara lain kanker prostat dan kanker paru-paru.
Agung menilai masih banyak masyarakat yang enggan menjalani medical check-up karena takut mengetahui hasil pemeriksaan atau merasa dirinya sehat. Padahal, deteksi dini memungkinkan penanganan dilakukan lebih cepat sehingga peluang kesembuhan dan pengendalian penyakit menjadi lebih baik.
Untuk mendukung upaya pencegahan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan dasar yang tersedia di puskesmas, termasuk program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyediakan skrining awal terhadap berbagai faktor risiko penyakit.
Ia juga menyarankan pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan sesuai usia. Pada usia 20-an tahun, pemeriksaan dasar seperti indeks massa tubuh, tekanan darah, dan kadar kolesterol dapat dilakukan setiap tiga tahun. Memasuki usia 30 tahun, pemeriksaan fungsi ginjal, hati, dan risiko penyakit kardiovaskular mulai diperlukan.
Sementara itu, bagi masyarakat berusia 40 tahun ke atas, pemeriksaan kesehatan dianjurkan dilakukan setiap tahun, termasuk pemeriksaan jantung, mata, serta skrining berbagai jenis kanker.
"Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti, tetapi agar penyakit dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara tepat," pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar