"Sementara ini, dari tujuh ekor sapi yang sudah disembelih ditemukan empat ekor terinfeksi
cacing hati. Atas temuan itu, organ yang terinfeksi langsung kami amankan untuk dimusnahkan," ujarnya.
Selain melakukan pengawasan penyembelihan, petugas juga memeriksa jeroan dan organ dalam hewan kurban guna memastikan kondisi kesehatan daging yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Nurul menjelaskan, bagian hati yang terinfeksi bersama jaringan di sekitarnya langsung diafkir untuk dimusnahkan. Sebagian sampel juga akan dikirim ke laboratorium untuk keperluan identifikasi jenis cacing.
"Sebagian sampel hati dan cacing akan kami kirimkan untuk pembelajaran dan pembuktian laboratorium agar diketahui jenisnya," katanya.
Meski ditemukan kasus cacing hati atau Fasciola hepatica, DKPPP Temanggung memastikan daging sapi kurban tetap aman dikonsumsi selama bagian yang terinfeksi dipisahkan dan daging dimasak hingga matang sempurna. (R)
beritaTerkait
komentar