Jakarta (buseronline.com) - Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa filantropi memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem layanan kesehatan, khususnya pada sektor kesehatan ibu dan anak.
Dilansir dari laman Kemkes, Budi menyebut bahwa keberhasilan pendanaan filantropi sangat bergantung pada kepercayaan serta kemampuannya menjadi katalis atau pengungkit bagi program kesehatan nasional.
"Filantropi itu basisnya adalah kepercayaan. Kalau tidak bisa membangun kepercayaan, mustahil mendapatkan pendanaan filantropi. Dan filantropi harus dilihat sebagai katalis atau leverage," ujar Menkes Budi dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Danantara Indonesia Trust dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Jakarta, Senin.
Kerja sama tersebut difokuskan pada peningkatan kesehatan dan gizi ibu serta anak. Program yang dijalankan mencakup penyediaan vaksin heksavalen untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular, penguatan rantai dingin (cold chain) vaksin, serta pemberian suplemen multiple micronutrient bagi ibu hamil guna menekan risiko stunting dan meningkatkan keselamatan persalinan.
Menkes Budi juga menyoroti bahwa di tengah penurunan bantuan luar negeri secara global, peran filantropi menjadi semakin penting dalam mendukung pembiayaan program kesehatan prioritas di Indonesia.
Menurutnya, dana filantropi dapat menjadi pengungkit untuk memperluas dampak intervensi kesehatan di masyarakat. Langkah kolaboratif ini dinilai penting mengingat Indonesia masih menghadapi tantangan kesehatan ibu dan anak.
Berdasarkan data World Health Organization dan United Nations Children's Fund, cakupan imunisasi dasar lengkap pada 2025 telah mencapai 80,2 persen, namun masih terdapat sekitar 960 ribu anak zero-dose yang belum mendapatkan imunisasi sama sekali.
Sementara itu, Pembina Danantara Indonesia Trust sekaligus CEO Rosan Roeslani menyampaikan bahwa Danantara tidak hanya berfokus pada pengelolaan aset dan investasi negara, tetapi juga berkomitmen memperkuat kontribusi sosial dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Melalui kemitraan ini, diharapkan berbagai intervensi kesehatan seperti penguatan imunisasi, perbaikan gizi, dan peningkatan infrastruktur layanan kesehatan dapat dipercepat, terutama bagi ibu hamil, bayi, dan anak-anak.
Menkes Budi menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor filantropi perlu terus diperkuat untuk mewujudkan sistem kesehatan yang lebih tangguh, merata, dan berkelanjutan di Indonesia. (R)
beritaTerkait
komentar