Rabu, 27 Mei 2026

Indonesia Percepat Transformasi Pengendalian Kanker Lewat Deteksi Dini dan Kolaborasi Global

Rabu, 27 Mei 2026 10:43 WIB
Indonesia Percepat Transformasi Pengendalian Kanker Lewat Deteksi Dini dan Kolaborasi Global
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin foto bersama dengan lainnya dalam sesi Ministerial Roundtable: Science Policy Interface for Global Change pada konferensi internasional IARC@60 yang berlangsung di La Halle Tony Garnier, Lyon, Kamis (21/5/2026).

Lyon (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia terus mempercepat transformasi pengendalian kanker nasional melalui penguatan layanan deteksi dini, pemerataan infrastruktur kesehatan, hingga perluasan kerja sama internasional.

Dilansir dari laman Kemkes, komitmen tersebut disampaikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam sesi Ministerial Roundtable: Science Policy Interface for Global Change pada konferensi internasional IARC@60 yang berlangsung di La Halle Tony Garnier, Lyon, Kamis.

Konferensi bertema Cancer Research into Action itu mempertemukan ilmuwan, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas penguatan riset dan kebijakan pengendalian kanker global.

Dalam forum tersebut, Menkes Budi menegaskan bahwa Indonesia telah meluncurkan Rencana Pengendalian Kanker Nasional pertama pada 2024 sebagai fondasi reformasi layanan kanker nasional.

Pemerintah kini menempatkan deteksi dini sebagai prioritas utama yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis. "Target skrining kanker meningkat dari 70 juta orang tahun lalu menjadi 136 juta orang tahun ini," ujar Menkes.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah mempercepat pemerataan akses alat diagnostik di seluruh daerah. Langkah yang dilakukan antara lain pemenuhan alat USG di sekitar 10.000 puskesmas guna mendukung deteksi kanker payudara, penyediaan 361 unit mamografi di 514 kabupaten/kota, serta penambahan layanan CT scan di berbagai wilayah.

Selain itu, pemerintah menargetkan pengembangan layanan PET scan dari dua unit menjadi 16 unit di 16 provinsi pada 2027. Di sektor pencegahan, program imunisasi HPV juga dipercepat menjadi satu dosis dan mulai diperluas untuk anak laki-laki serta kelompok usia lainnya mulai tahun ini.

Meski pembangunan infrastruktur kesehatan berkembang pesat, Menkes mengakui ketersediaan tenaga dokter spesialis masih menjadi tantangan utama. Kapasitas pendidikan kedokteran saat ini dinilai belum mampu mengimbangi percepatan pembangunan fasilitas kesehatan.

Sebagai solusi, pemerintah mendorong reformasi pendidikan kedokteran serta pemanfaatan teknologi patologi digital dan konsultasi jarak jauh untuk membantu layanan kanker di daerah.

Pemerintah juga membuka peluang kemitraan dengan sektor swasta guna mempercepat penyediaan alat kesehatan pendukung layanan kanker.

Selain penguatan layanan, Indonesia berencana langsung mengadopsi terapi kanker generasi terbaru agar tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi pengobatan global.

Penguatan data kanker nasional melalui platform SatuSehat turut menjadi fokus pemerintah. Melalui sistem tersebut, Indonesia menargetkan kota-kota di berbagai daerah dapat masuk ke dalam database insidensi kanker global secara bertahap setiap lima tahun.

Menurut Menkes, kolaborasi internasional dengan International Agency for Research on Cancer, World Health Organization, serta berbagai lembaga riset dunia menjadi kunci penting agar Indonesia dapat mengadopsi praktik terbaik secara efisien.

"Transformasi pengendalian kanker tidak bisa dilakukan sendiri. Dengan sinergi riset, kebijakan, dan kerja sama global, kita bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa," kata Menkes. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wamenkes Dante Dorong Deteksi Dini Lewat Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek
Wamenkes Dorong Penguatan Sistem Peringatan Dini Polusi Udara
Kemenkes Luncurkan Program Nutri-Level untuk Dorong Gaya Hidup Sehat
Pemerintah Pantau Ketat Kasus Hantavirus di Jakarta, Menkes Pastikan Tidak Mudah Menular
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Virus Hanta, Indonesia Belum Temukan Kasus HPS
Menkes Budi Tegaskan Digitalisasi Jadi Kunci Reformasi Kesehatan Nasional
komentar
beritaTerbaru