Medan (buseronline.com) - Pemerintah Kota Medan memperkuat komitmennya dalam melindungi pekerja sektor informal dengan menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada ribuan pengemudi ojek online (ojol). Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Gedung PKK Kota Medan, Rabu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakasatlantas Polrestabes Medan, Plt Kadis Ketenagakerjaan Kota Medan Ramadan, pihak
BPJS Ketenagakerjaan, serta Ketua Umum GODAMS Adam Zubir.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris salah seorang driver ojol yang telah meninggal dunia.
Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan bahwa profesi pengemudi ojol kini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan formal. Namun, tingginya risiko kecelakaan di jalan raya membuat para pengemudi membutuhkan perlindungan sosial yang memadai.
"Di jalanan banyak hal yang tidak bisa kita prediksi. Kita sudah hati-hati, tapi bisa saja tertabrak karena kelalaian orang lain. Karena itu, perlindungan ini penting sebagai jaring pengaman keluarga," ujarnya.
Menurut Rico Waas, program jaminan sosial ketenagakerjaan ini bukan untuk mengharapkan musibah, melainkan sebagai upaya mencegah munculnya garis kemiskinan baru ketika tulang punggung keluarga mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia.
Ia mencontohkan manfaat nyata program tersebut melalui santunan yang diterima ahli waris almarhum Rajali, seorang driver ojol.
Total santunan yang diberikan mencapai Rp232 juta, terdiri dari santunan kematian Rp70 juta dan beasiswa pendidikan bagi dua anak hingga perguruan tinggi.
"Kalau kepala keluarga tidak ter-cover, bagaimana masa depan istri dan anak? Inilah manfaat ketika kita terlindungi," tambahnya.
Rico Waas menjelaskan, program perlindungan pekerja informal ini dibiayai melalui APBD Kota Medan sebagai bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat pekerja sektor informal.
Dari total 17.851 pekerja informal yang dibantu iurannya, sebanyak 8.779 di antaranya merupakan pengemudi transportasi online di Kota Medan.
"Ini komitmen kami agar para driver keluar rumah mencari rezeki dengan perasaan tenang karena sudah terlindungi," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pencanangan Gerakan Aman Berkendara. Rico Waas mengajak para pengemudi ojol menjadi pelopor keselamatan lalu lintas dengan memastikan penggunaan helm standar, kelengkapan spion, serta kondisi kendaraan yang layak jalan.
Selain itu, Pemko Medan juga membuka ruang komunikasi bagi para pengemudi untuk melaporkan berbagai persoalan di lapangan, mulai dari praktik jukir liar hingga intimidasi, agar dapat segera ditindaklanjuti aparat dan Dinas Perhubungan.
"Kita ingin pemerintah, aparat, dan pengemudi terkoneksi. Kalau ada masalah di lapangan, laporkan. Jangan dibiarkan," tegas Rico Waas.
Melalui sinergi antara Pemko Medan, BPJS Ketenagakerjaan, dan komunitas ojol, diharapkan para pengemudi dapat bekerja dengan lebih aman, tenang, dan terlindungi demi keberlangsungan ekonomi keluarga mereka. (P3)
beritaTerkait
komentar