Sabtu, 11 April 2026

KPK Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Pemberantasan Korupsi

Sabtu, 11 April 2026 11:50 WIB
KPK Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Pemberantasan Korupsi
Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo didampingi lainnya foto bersama dengan 45 finalis Puteri Indonesia 2026 di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai benteng pertahanan dalam upaya pemberantasan korupsi.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, saat memberikan pembekalan antikorupsi kepada 45 finalis Puteri Indonesia 2026 di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK, Jakarta, Kamis.

Dilansir dari laman KPK, dalam pemaparannya, Ibnu mengutip pemikiran Raden Ajeng Kartini yang menyebut perempuan sebagai tiang negara.

Baca Juga: KPK Perkuat Pencegahan Korupsi, Evaluasi Tata Kelola Pemko Salatiga
Menurutnya, kualitas sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas perempuan. "Perempuan memiliki tugas besar karena kualitas bangsa sangat bergantung pada kualitas perempuannya," ujar Ibnu.

Ia menegaskan, perempuan harus menempati posisi sentral dalam menjaga integritas, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Perempuan dinilai tidak hanya berpotensi menjadi agen pencegah korupsi, tetapi juga memiliki kerentanan untuk terlibat jika nilai-nilai integritas tidak ditanamkan sejak dini.

Baca Juga: Investasi Kawasan Industri Tembus Rp6,74 T, KPK Ingatkan Risiko Tata Kelola
Berdasarkan data KPK, sejak 2004 hingga 2025 terdapat 1.951 pelaku tindak pidana korupsi yang ditangani, terdiri dari 1.742 laki-laki dan 162 perempuan.

KPK juga mencatat pelaku korupsi termuda berusia 24 tahun dan berjenis kelamin perempuan. "Data ini menjadi pengingat bahwa korupsi tidak mengenal gender maupun usia. Siapa pun bisa terjerumus jika tidak memiliki integritas yang kuat," jelasnya.

Ibnu juga menyoroti semakin kompleksnya pola korupsi yang kini melibatkan lingkaran keluarga, seperti suami-istri, orang tua-anak, hingga relasi dekat.

Oleh karena itu, perempuan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memutus rantai praktik korupsi. "Kita harus mengamalkan nilai antikorupsi, salah satunya hidup sederhana dan tidak besar pasak daripada tiang," tambahnya.

Sementara itu, Direktur PT Mustika Ratu Tbk sekaligus Ketua Pemilihan Puteri Indonesia 2026, Kusuma Ida Anjani menyampaikan bahwa kerja sama dengan KPK telah berlangsung lebih dari satu dekade sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta.

Ia berharap para finalis dapat membawa pesan antikorupsi ke daerah masing-masing. Menurutnya, integritas juga menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian peserta.

KPK bersama Yayasan Puteri Indonesia dan PT Mustika Ratu Tbk mendorong para finalis untuk menjadi agen perubahan di masyarakat, khususnya dalam menanamkan nilai kejujuran dan integritas sejak dini.

"Para finalis diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk berani menolak praktik tidak jujur serta memahami dampak luas korupsi," tutup Ibnu.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat KPK serta tokoh terkait, termasuk Puteri Indonesia 2025, Firsta Yufi Amarta. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
KPK dan Polda Metro Jaya Tangkap Empat Orang yang Mengaku Pegawai KPK di Jakarta Barat
KPK Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan BRIN di Tengah Risiko Korupsi Sektor Riset
KPK Serahkan Aset Rampasan Senilai Rp3,88 M ke Kementerian PU untuk Proyek Jalan Tol
Pemprov Sumut Percepat Pembentukan Desa Antikorupsi, Target Enam Desa pada 2026
KPK Perkuat Pencegahan Korupsi, Evaluasi Tata Kelola Pemko Salatiga
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
komentar
beritaTerbaru