Senin, 06 April 2026

Korlantas Proyeksikan 3,6 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Mudik Lebaran 2026

Agie HT Bukit SH - Jumat, 27 Februari 2026 01:30 WIB
Korlantas Proyeksikan 3,6 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Mudik Lebaran 2026
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memberikan keterangan kepada awak media terkait proyeksi arus mudik Lebaran 2026 di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026). (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas Polri) memproyeksikan sebanyak 3,6 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta melalui jalan tol menuju berbagai daerah pada arus mudik Lebaran 2026.

Dilansir dari laman Humas Polri, angka tersebut merupakan hasil survei dan analisis yang dilakukan sebagai bagian dari persiapan pengamanan mudik tahun ini.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan lonjakan kendaraan diperkirakan terjadi di ruas tol yang mengarah ke jaringan Trans Jawa dan Trans Sumatera.

“Khusus jalan tol memang ada bangkitan arus yang cukup tinggi. Proyeksinya yang melintasi tol menuju Trans Jawa dan Sumatera itu 3,6 juta kendaraan,” ujar Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis.

Dalam rangka pengamanan arus mudik, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 pada 13-26 Maret 2026 secara serentak di seluruh Indonesia. Sejumlah strategi rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, termasuk penerapan contraflow, sistem satu arah (one way), pengalihan arus, serta pemanfaatan ruas tol fungsional.

Beberapa ruas yang akan difungsikan antara lain Jalan Tol Jakarta-Cikampek Selatan dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, terutama untuk mendukung kelancaran arus balik. Selain rekayasa lalu lintas, Polri juga memberlakukan pembatasan operasional angkutan berat.

Kendaraan berat yang tetap diizinkan beroperasi hanya yang mengangkut kebutuhan pokok, seperti bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pokok penting. Pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur tol dan arteri, tetapi juga di kawasan wisata, tempat ibadah, serta simpul transportasi umum.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah penyeberangan Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, yang kerap mengalami kepadatan saat periode mudik. Selain itu, pelabuhan Ketapang juga masuk dalam pemetaan pengamanan.

Berdasarkan hasil survei lapangan, perbaikan infrastruktur jalan tol masih berlangsung di sejumlah titik. Agus menyebutkan, beberapa ruas dari kilometer 1 hingga 188 masih dalam tahap perbaikan akibat kerusakan yang dipengaruhi kondisi cuaca.

Namun, perbaikan ditargetkan rampung paling lambat H-7 Lebaran guna meminimalkan potensi kecelakaan dan kemacetan. Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Polri berharap pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru