Senin, 06 April 2026

Polri Sita Kapal Pengangkut Pasir Timah Ilegal Tujuan Malaysia di Bangka Selatan

Agie HT Bukit SH - Minggu, 22 Februari 2026 01:18 WIB
Polri Sita Kapal Pengangkut Pasir Timah Ilegal Tujuan Malaysia di Bangka Selatan
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol Irhamni memberikan keterangan kepada awak media terkait penyitaan kapal pengangkut pasir timah ilegal di Bangka Selatan. (Dok/Humas Polri)
Bangka Selatan (buseronline.com) - Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menyita satu unit kapal beserta mesin tempel yang diduga digunakan untuk mengangkut pasir timah ilegal ke Malaysia.

Dilansir dari laman Humas Polri, penyitaan dilakukan di kawasan Dermaga Kubu, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, sebagai hasil pengembangan kasus penyelundupan pasir timah seberat 7,5 ton yang sebelumnya terungkap.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol Irhamni menjelaskan bahwa kapal tersebut berfungsi sebagai sarana pengangkut awal dari daratan menuju titik temu di tengah laut. Selanjutnya, muatan dipindahkan ke kapal berkapasitas lebih besar untuk diberangkatkan ke Malaysia.

“Kapal ini merupakan barang bukti baru hasil pengembangan penyidikan. Fungsinya sebagai sarana pengangkut dari darat ke tengah laut, kemudian muatan dipindahkan ke kapal lain untuk diberangkatkan ke Malaysia,” ujar Irhamni.

Kasus ini bermula dari pengungkapan penyelundupan pasir timah sebanyak 7,5 ton pada 13 Oktober 2025. Dalam peristiwa tersebut, 11 anak buah kapal (ABK) diamankan oleh otoritas maritim Malaysia karena menggunakan perahu fiberglass tanpa nomor registrasi serta tidak dilengkapi dokumen perjalanan dan dokumen muatan.

Kesebelas ABK tersebut kemudian dipulangkan ke Indonesia melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center pada 29 Januari 2026.

Selain kapal dan mesin tempel, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti lain, termasuk pasir timah seberat 50 kilogram yang sebelumnya disisihkan oleh otoritas Malaysia. Meski demikian, total muatan dalam satu kali pengiriman disebut mencapai 7,5 ton.

Penyidik kini tengah menganalisis sejumlah alat komunikasi yang digunakan para pelaku untuk menelusuri jaringan serta mengungkap aktor utama yang diduga berada di wilayah Kabupaten Bangka Selatan.

Polri menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas praktik perdagangan timah ilegal lintas negara dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
Tags
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru