Papua (buseronline.com) - Aparat gabungan bergerak cepat mengamankan situasi pasca insiden penembakan di wilayah pedalaman Papua. Area Bandara Korowai Batu dilaporkan telah sepenuhnya dikuasai, sementara proses evakuasi korban berhasil dituntaskan, Kamis pagi.
Operasi pengamanan dilakukan oleh Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 yang didukung unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sejak pukul 06.00 WIT, personel memasuki lokasi untuk mengevakuasi dua awak pesawat perintis yang menjadi korban dalam peristiwa penembakan sehari sebelumnya.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan bahwa langkah cepat diambil guna mencegah situasi semakin meluas sekaligus menjamin keamanan masyarakat.
“Sejak pagi personel kami sudah berhasil mengamankan area bandara dan mengevakuasi kedua korban ke Timika. Keselamatan masyarakat dan stabilitas wilayah menjadi prioritas utama kami,” ujarnya, dilansir dari laman Humas Polri.
Kedua jenazah telah diterbangkan ke Timika untuk proses identifikasi dan autopsi. Setelah pemulasaraan selesai, jenazah direncanakan diberangkatkan ke Jakarta guna diserahkan kepada pihak keluarga.
Di sisi lain, seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 13 orang dipastikan selamat. Para penumpang yang merupakan warga lokal segera mengamankan diri setelah kejadian dan kini telah kembali ke rumah masing-masing.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyatakan bahwa pengamanan dilakukan secara terpadu untuk memastikan kondisi benar-benar kondusif.
“Pagi ini pasukan sudah masuk dan mengamankan lokasi termasuk pesawat. Evakuasi korban telah selesai, dan saat ini kami fokus pada sterilisasi area,” katanya dari Bandara Tanah Merah.
Sebanyak 20 personel Ops Damai Cartenz diterjunkan ke lokasi dan diperkuat 12 personel Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU.
Koordinasi juga dilakukan dengan jajaran TNI AD untuk memperkuat pengamanan, mengingat bandara tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat pedalaman.
Dampak kejadian turut dirasakan warga sekitar. Data sementara mencatat 39 warga sempat mengungsi ke arah Senggo karena khawatir akan keamanan.
Aparat kini berupaya mensterilkan wilayah agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.
Untuk sementara, penerbangan dari Bandara Tanah Merah menuju Bandara Korowai Batu dihentikan hingga situasi dinyatakan aman.
Berdasarkan pendalaman awal, aparat menduga keterlibatan kelompok bersenjata KKB Yahukimo yang disebut dipimpin oleh Elkius Kobak. Aparat masih melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Penyelidikan dan penegakan hukum disebut terus berjalan secara profesional. Aparat menegaskan kehadiran negara tidak hanya untuk menindak pelaku, tetapi juga melindungi masyarakat serta memulihkan rasa aman di wilayah pedalaman. (R)
beritaTerkait
komentar