Senin, 06 April 2026

Dishub Wonogiri Tetapkan Pemasangan Portal di Jalur Ekstrem Tunggangan untuk Tekan Kecelakaan

Agie HT Bukit SH - Jumat, 13 Februari 2026 01:18 WIB
Dishub Wonogiri Tetapkan Pemasangan Portal di Jalur Ekstrem Tunggangan untuk Tekan Kecelakaan
Petugas Dishub Wonogiri bersama Forkopimcam Jatiroto meninjau rencana titik pemasangan portal di jalur alternatif Tunggangan, Desa Ngelo, Kecamatan Jatiroto, Selasa (10/2/2026). (Dok/Jatengprov)
Wonogiri (buseronline.com) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri melalui Seksi Rekayasa Lalu Lintas menetapkan titik pemasangan portal di jalur alternatif Tunggangan, Desa Ngelo, Kecamatan Jatiroto menuju Kecamatan Tirtomoyo, Selasa.

Dilansir dari laman Jatengprov, langkah ini dilakukan guna meningkatkan keselamatan lalu lintas sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di jalur tersebut.

Kegiatan penentuan lokasi dipimpin Edho Dewa dari Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Wonogiri bersama Forkopimcam Jatiroto yang terdiri atas Camat, Kapolsek, dan Danramil, serta didampingi perangkat Desa Ngelo.

Portal yang akan dipasang memiliki spesifikasi tinggi 360 sentimeter dan lebar 7 meter. Fungsinya untuk membatasi kendaraan yang melintas, baik dari sisi tinggi maupun lebar.

Selain itu, Dishub juga akan memasang rambu lalu lintas sementara dan permanen, termasuk rambu pembatasan tonase kendaraan, guna mendukung keselamatan pengguna jalan.

Camat Jatiroto, Miran mengatakan jalur Jatiroto-Tirtomoyo atau dikenal sebagai jalur Tunggangan merupakan jalur alternatif dengan kondisi medan yang ekstrem.

Jalan tersebut memiliki tanjakan terjal, turunan panjang dan curam, tikungan tajam beruntun, serta jurang di sisi kanan dan kiri jalan.

“Dengan kemiringan tinggi dan kontur medan yang cukup berat, jalur ini masuk kategori rawan kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi kendaraan berat,” ujar Miran.

Ia menambahkan, permasalahan semakin kompleks akibat disinformasi pada aplikasi navigasi digital seperti Google Maps yang kerap merekomendasikan jalur tersebut sebagai rute alternatif. Akibatnya, sejumlah kendaraan berat tetap melintas dan berujung mengalami kecelakaan.

Berdasarkan data, pada 2025 tercatat dua truk bermuatan plastik perabot rumah tangga dan mi instan seberat 2,5 ton mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Dusun Ndawe Kidul, Desa Ngelo.

Sementara pada 2024, dua truk bermuatan daging beku dan jagung terguling karena tidak kuat menanjak di jalur yang sama. Bahkan pada 2019, sebuah bus pariwisata sempat tersasar dan terjebak di kawasan Bukit Tunggangan.

Melalui pemasangan portal dan kelengkapan rambu lalu lintas tersebut, pemerintah berharap angka kecelakaan dapat ditekan serta keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di jalur alternatif Tunggangan Ngelo, Jatiroto-Tirtomoyo semakin meningkat. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru