Batam (buseronline.com) - Densus 88 Antiteror (AT) Polri menggelar kegiatan Dialog Kebangsaan Interreligius Dialogue and Action di Pacific Palace Hotel, Batam, Minggu.
Dilansir dari laman Humas Polri, kegiatan ini bertujuan untuk mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Dialog kebangsaan tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, serta mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Kegiatan ini menjadi wadah komunikasi dan edukasi guna memperkuat persatuan serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman ideologi ekstrem.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri menyampaikan materi terkait ciri-ciri individu yang terpapar paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme, sekaligus langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Salah satu anggota Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri, Ipda R Satriya Dedy Kurnia SH mengajak masyarakat Kepulauan Riau untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan.
“Kami berharap masyarakat Provinsi Kepulauan Riau aktif dan ikut berperan dalam pencegahan bahaya paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak. Masyarakat diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten bermuatan kebencian maupun propaganda kelompok teror yang kerap menyebar melalui platform digital.
Melalui dialog kebangsaan ini, Densus 88 AT Polri berharap terbangun kesadaran kolektif serta sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga persatuan dan keamanan nasional, khususnya di wilayah Kepulauan Riau. (R)
beritaTerkait
komentar