Jakarta (buseronline.com) - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa Traktat Keamanan Bersama antara Indonesia dan Australia, yang ditandatangani Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, merupakan kelanjutan dari Defense Cooperation Agreement yang telah disepakati kedua negara sejak 2006.
Menurut Menlu Sugiono, traktat tersebut menitikberatkan pada penguatan mekanisme konsultasi bilateral di bidang keamanan, dan bukan pembentukan aliansi militer atau pakta pertahanan baru.
Dalam keterangan persnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, Menlu Sugiono menjelaskan, kerja sama ini mencakup forum konsultasi rutin antara pimpinan dan menteri kedua negara untuk membahas situasi keamanan regional dan global yang saling memengaruhi.
“Ini bukan pakta pertahanan, bukan pakta militer, tidak ada yang dipersepsikan sebagai ancaman terhadap negara lain. Ini adalah forum konsultasi tentang situasi keamanan di wilayah,” tegas Menlu Sugiono.
Lebih lanjut, Menlu Sugiono menyatakan kerja sama keamanan ini memberikan manfaat strategis bagi Indonesia maupun kawasan secara keseluruhan. Menurutnya, kepentingan nasional Indonesia, mulai dari menjaga kedaulatan dan integritas wilayah hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menuntut lingkungan regional yang stabil, damai, dan kondusif.
“Untuk mencapai tujuan dan kepentingan nasional kita, kita perlu suasana yang stabil, tenang, damai. Tanpa kestabilan, perdamaian, atau jika terjadi tensi dan konflik, cita-cita kita tidak bisa tercapai,” ujarnya.
Menlu Sugiono menambahkan bahwa komunikasi dan kerja sama dengan negara-negara di kawasan sangat penting agar Indonesia dapat mengelola tantangan bersama secara konstruktif.
Ia menekankan, mekanisme konsultasi semacam ini merupakan praktik lazim dalam diplomasi Indonesia, baik di tingkat regional maupun bilateral, sebagaimana forum konsultasi yang dimiliki Indonesia dengan negara-negara mitra lain.
“Di tengah situasi global saat ini, komunikasi dan kolaborasi sangat diperlukan. Kita perlu pemahaman yang sama terhadap situasi global, sekaligus mewujudkan kepentingan nasional. Seperti yang disampaikan Presiden, kita ingin menjadi tetangga yang baik. Oleh karena itu, kita membahas tantangan, mencari solusi bersama, dan mengambil hal positif dari situasi saat ini,” pungkas Menlu Sugiono.
Traktat Keamanan Bersama ini menegaskan komitmen kedua negara untuk meningkatkan dialog strategis dan kerja sama di bidang keamanan, tanpa mengikat salah satu pihak pada kewajiban militer tertentu, namun tetap memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik. (DKI1)
beritaTerkait
komentar