Senin, 06 April 2026

Menlu Sugiono Tegaskan Pentingnya Kerja Sama Keamanan Indonesia–Australia untuk Stabilitas Kawasan

Agie HT Bukit SH - Sabtu, 07 Februari 2026 12:25 WIB
Menlu Sugiono Tegaskan Pentingnya Kerja Sama Keamanan Indonesia–Australia untuk Stabilitas Kawasan
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (6/2/2026).
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa Traktat Keamanan Bersama antara Indonesia dan Australia, yang ditandatangani Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, merupakan kelanjutan dari Defense Cooperation Agreement yang telah disepakati kedua negara sejak 2006.

Menurut Menlu Sugiono, traktat tersebut menitikberatkan pada penguatan mekanisme konsultasi bilateral di bidang keamanan, dan bukan pembentukan aliansi militer atau pakta pertahanan baru.

Dalam keterangan persnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, Menlu Sugiono menjelaskan, kerja sama ini mencakup forum konsultasi rutin antara pimpinan dan menteri kedua negara untuk membahas situasi keamanan regional dan global yang saling memengaruhi.

“Ini bukan pakta pertahanan, bukan pakta militer, tidak ada yang dipersepsikan sebagai ancaman terhadap negara lain. Ini adalah forum konsultasi tentang situasi keamanan di wilayah,” tegas Menlu Sugiono.

Lebih lanjut, Menlu Sugiono menyatakan kerja sama keamanan ini memberikan manfaat strategis bagi Indonesia maupun kawasan secara keseluruhan. Menurutnya, kepentingan nasional Indonesia, mulai dari menjaga kedaulatan dan integritas wilayah hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menuntut lingkungan regional yang stabil, damai, dan kondusif.

“Untuk mencapai tujuan dan kepentingan nasional kita, kita perlu suasana yang stabil, tenang, damai. Tanpa kestabilan, perdamaian, atau jika terjadi tensi dan konflik, cita-cita kita tidak bisa tercapai,” ujarnya.

Menlu Sugiono menambahkan bahwa komunikasi dan kerja sama dengan negara-negara di kawasan sangat penting agar Indonesia dapat mengelola tantangan bersama secara konstruktif.

Ia menekankan, mekanisme konsultasi semacam ini merupakan praktik lazim dalam diplomasi Indonesia, baik di tingkat regional maupun bilateral, sebagaimana forum konsultasi yang dimiliki Indonesia dengan negara-negara mitra lain.

“Di tengah situasi global saat ini, komunikasi dan kolaborasi sangat diperlukan. Kita perlu pemahaman yang sama terhadap situasi global, sekaligus mewujudkan kepentingan nasional. Seperti yang disampaikan Presiden, kita ingin menjadi tetangga yang baik. Oleh karena itu, kita membahas tantangan, mencari solusi bersama, dan mengambil hal positif dari situasi saat ini,” pungkas Menlu Sugiono.

Traktat Keamanan Bersama ini menegaskan komitmen kedua negara untuk meningkatkan dialog strategis dan kerja sama di bidang keamanan, tanpa mengikat salah satu pihak pada kewajiban militer tertentu, namun tetap memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik. (DKI1)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru