Bontang (buseronline.com) - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peresmian proyek revamping ammonia Pabrik 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis.
Dilansir dari laman Humas Polri, dalam agenda tersebut, Polri bersama PT Pupuk Indonesia juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pengawalan pendistribusian pupuk di seluruh Indonesia.
Kapolri menyampaikan bahwa proyek revamping ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi produksi pupuk nasional. Menurutnya, pembaruan fasilitas tersebut memungkinkan negara melakukan efisiensi produksi sebesar 10 hingga 16 persen.
“Alhamdulillah hari ini kami mendampingi Ketua dan Menteri Pertanian dalam peresmian revamping di PT Pupuk Kaltim. Artinya, negara bisa melaksanakan efisiensi khususnya dalam produksi pupuk sebesar 10 sampai 16 persen,” ujar Sigit.
Selain peresmian proyek, Polri dan PT Pupuk Indonesia juga meneken MoU pendistribusian pupuk. Kerja sama ini bertujuan memastikan pupuk tersalurkan secara tepat sasaran kepada petani yang membutuhkan.
“Kami melaksanakan penandatanganan MoU untuk pendistribusian pupuk, sehingga pupuk betul-betul bisa tepat sasaran sampai di masyarakat petani,” kata Kapolri.
Sigit menegaskan, ketepatan waktu distribusi pupuk menjadi faktor krusial dalam menjaga produktivitas pertanian nasional. Ia mengingatkan bahwa keterlambatan distribusi pupuk dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar.
“Harapan kita pupuk bisa sampai tepat waktu. Karena disampaikan bahwa keterlambatan satu minggu akan berdampak pada penurunan produktivitas, dan jika dinasionalkan kerugiannya bisa mencapai ratusan triliun rupiah,” ujarnya.
Dengan distribusi pupuk yang tertib dan terawasi, Kapolri berharap produktivitas petani dapat meningkat sehingga target swasembada pangan dapat tercapai.
Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia tidak hanya swasembada pangan, tetapi juga menjadi salah satu lumbung padi dunia.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, kita sedang menyusun road map ke depan agar selain mewujudkan swasembada pangan, Indonesia juga bisa menjadi salah satu negara lumbung padi dunia,” tegas Sigit.
Untuk itu, Kapolri menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian di Indonesia agar maksimal dan optimal dalam mengawal proses distribusi pupuk.
Pengawalan ini diharapkan mampu memastikan pupuk tepat sasaran, produktivitas petani meningkat, serta target swasembada pangan nasional dapat tercapai secara maksimal. (R)
beritaTerkait
komentar