Bandung Barat (buseronline.com) - Upaya pencarian korban longsor yang belum ditemukan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus dilakukan. Pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, hingga relawan.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan seluruh unsur masih bekerja maksimal di lapangan untuk menemukan korban yang tertimbun material longsor.
“Saat ini kami terus bekerja. Semua unsur turun ke lapangan untuk mencari korban yang masih belum ditemukan. Insyaallah, dengan cuaca yang mendukung, pencarian bisa dilanjutkan secara maksimal,” ujar Erwan saat meninjau langsung lokasi terdampak, Minggu.
Selain penanganan darurat, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelanggaran alih fungsi lahan yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor.
Erwan menyebut kawasan tersebut merupakan lahan Perhutani yang seharusnya berfungsi sebagai hutan. “Ini lahan hutan, bukan lahan pertanian. Kita akan kembalikan hijau, kita kembalikan sesuai fungsinya, yaitu hutan,” tegasnya, dilansir dari laman Jabarprov.
Terkait warga terdampak, Erwan memastikan pemerintah akan menyiapkan relokasi ke lokasi yang benar-benar aman. Penentuan lokasi relokasi akan dilakukan melalui kajian bersama dengan berbagai pihak.
“Relokasi tidak boleh ke tempat yang berisiko lagi. Kami akan menentukan lokasi yang aman dan tidak terlalu jauh dari lingkungan hidup warga. Keselamatan menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Pemprov Jawa Barat juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam penanganan bencana, termasuk layanan pemulihan trauma bagi warga yang terdampak secara psikologis.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Ia menekankan pentingnya penyediaan hunian sementara maupun hunian tetap agar warga tidak terlalu lama berada di pengungsian.
“Kalau bisa langsung hunian tetap, itu lebih baik. Namun jika membutuhkan waktu, hunian sementara sangat penting agar warga bisa kembali hidup normal bersama keluarganya dan mengurangi tekanan psikologis,” ujar Pratikno.
Ia menambahkan, penanganan bencana harus menjadi momentum untuk membangun daerah yang lebih tangguh, tidak hanya memulihkan kondisi semula, tetapi membangun kembali dengan lebih baik dan aman. (R)
beritaTerkait
komentar