Aceh Utara (buseronline.com) - Komitmen Polri dalam tugas kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur yang tergabung dalam penugasan Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Aceh.
Dilansir dari laman Humas Polri, sebanyak 50 personel Brimob Kaltim bergerak cepat membangun jembatan penyeberangan sementara di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu.
Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan sebagai respons atas terputusnya akses penghubung antarwilayah akibat banjir yang melanda kawasan tersebut.
Kehadiran jembatan sementara ini diharapkan dapat memulihkan kembali aktivitas masyarakat, baik mobilitas harian maupun roda perekonomian warga setempat. Di lapangan, pembangunan jembatan dipimpin langsung oleh Danki Penugasan AKP Elan Suherlan SH.
Para personel Brimob tampak bekerja secara gotong royong dengan penuh semangat dan kehati-hatian dalam menyusun material konstruksi, guna memastikan jembatan dapat digunakan secara aman oleh masyarakat.
Secara terpisah, Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Andy Rifai SIK MH menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pengabdian Brimob kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat akibat bencana alam. Menurutnya, pembangunan jembatan darurat menjadi langkah prioritas agar akses masyarakat dapat segera kembali normal.
Ia menekankan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan solusi cepat dan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak bencana,” ujar Kombes Pol Andy Rifai.
Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh personel agar menjadikan penugasan kemanusiaan ini sebagai ladang pengabdian terbaik. Perbedaan wilayah penugasan, kata dia, tidak mengurangi semangat persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama anak bangsa.
“Laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Jaga nama baik kesatuan serta terus hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar