Aceh Tengah (buseronline.com) - Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan di Kabupaten Aceh Tengah.
Meski bertepatan dengan hari libur, personel Polri tetap turun langsung ke lapangan membantu warga Kampung Pilar Jaya, Kecamatan Rusip Antara, membangun jembatan darurat pascabencana.
Personel BKO Brimob Polda Aceh bersama anggota Polsubsektor Rusip Antara bergotong royong dengan masyarakat setempat untuk mempercepat pemulihan akses vital yang terputus akibat bencana alam.
Dilansir dari laman Humas Polri, kegiatan gotong royong tersebut dilaksanakan, Minggu sejak pukul 09.00 WIB.
Pembangunan jembatan darurat dilakukan sebagai respons cepat atas rusaknya jembatan permanen penghubung Dusun I dan Dusun II Kampung Pilar Jaya yang hanyut diterjang banjir bandang disertai tanah longsor pada 26 Desember 2025 lalu.
Pembangunan jembatan dipimpin langsung oleh Kapolsubsektor Rusip Antara, Ipda Sunarto, bersama personel BKO Brimob Polda Aceh.
Sebanyak 20 personel gabungan Polri dikerahkan guna memastikan proses pembangunan berjalan cepat dan efektif agar akses masyarakat dapat segera digunakan kembali. Dalam kegiatan tersebut, personel Polri bersinergi dengan Babinsa serta warga setempat.
Mereka bahu-membahu melangsir balok-balok kayu yang digunakan sebagai rangka dan lantai jembatan darurat, mencerminkan semangat gotong royong di tengah kondisi pascabencana.
Jembatan darurat ini menjadi satu-satunya akses penting bagi warga Dusun II untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari mobilitas ekonomi, akses pendidikan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufiq SIK MH mengatakan kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata pengabdian, khususnya dalam situasi darurat kebencanaan.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat agar akses penghubung antar dusun dapat segera difungsikan kembali. Ini merupakan bentuk sinergi Polri, TNI, dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat tanpa mengenal waktu dan hari libur, sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam setiap situasi kemanusiaan. (R)
beritaTerkait
komentar