Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat negara dan anggota Kabinet Merah Putih di kediaman dinas Presiden, Widya Chandra, Jakarta, Jumat.
Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Prof Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Agenda pertemuan berlangsung sejak sore hingga malam hari dan membahas sejumlah isu strategis nasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan kepada media menjelaskan bahwa Presiden Prabowo secara khusus menerima laporan Wakil Ketua DPR RI Prof Sufmi Dasco Ahmad yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR RI.
“Dalam pertemuan tersebut dibahas laporan Prof. Dasco sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI, terkait perkembangan rekonstruksi dan rehabilitasi di tiga provinsi terdampak bencana di wilayah Sumatra,” ujar Seskab Teddy.
Laporan tersebut mencakup berbagai upaya pemulihan pascabencana, mulai dari pembangunan kembali infrastruktur dasar, pemulihan layanan publik, hingga dukungan bagi masyarakat terdampak agar dapat kembali beraktivitas secara normal.
Selain membahas pemulihan pascabencana, Presiden Prabowo juga memberikan penugasan khusus awal tahun kepada masing-masing peserta pertemuan. Penugasan tersebut diarahkan untuk memastikan pelaksanaan agenda prioritas pemerintah dapat berjalan efektif dan terkoordinasi sejak awal Tahun 2026.
“Presiden memberikan penugasan khusus awal tahun kepada masing-masing peserta pertemuan sebagai bagian dari upaya memastikan agenda nasional berjalan sesuai rencana,” kata Seskab Teddy.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat koordinasi lintas lembaga, baik antara eksekutif dan legislatif maupun antar-kementerian, guna mempercepat penanganan isu-isu strategis nasional.
Pemerintah menegaskan bahwa pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra menjadi salah satu fokus utama, seiring dengan upaya menjaga stabilitas pembangunan dan pelaksanaan program-program prioritas nasional di awal pemerintahan Tahun 2026. (P3)
beritaTerkait
komentar