Cikampek (buseronline.com) - Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho SH MHum menginstruksikan seluruh jajaran Polisi Lalu Lintas (Polantas) untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan personal.
Setiap anggota Polantas diminta memiliki sedikitnya 20 sahabat dari kalangan pengguna jalan, seperti pengemudi ojek online (ojol), tukang parkir, hingga sopir angkutan umum.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi meningkatkan kepatuhan berlalu lintas dengan mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif, bukan semata-mata penindakan.
“Salah satu contohnya bagaimana Polantas bisa dekat dengan komunitas ojol. Bahkan perintah saya ke jajaran, satu anggota Polantas punya sahabat 20 ojol, punya sahabat driver, tukang parkir, dan komunitas-komunitas,” ujar Agus di Command Center KM 29 Cikampek, Rabu.
Ia menjelaskan, pendekatan tersebut akan dibarengi dengan edukasi dan sosialisasi langsung kepada masyarakat di berbagai titik, seperti posko lalu lintas, pangkalan ojol, dan lokasi keramaian.
Menurutnya, komunikasi langsung dinilai lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran berlalu lintas.
“Harapannya masyarakat patuh bukan karena takut ditilang, tetapi karena sadar dari dirinya sendiri. Setelah kami berkomunikasi dan memberi contoh, dampaknya cukup bagus, masyarakat menjadi disiplin dengan sendirinya,” ungkapnya, dilansir dari laman Humas Polri.
Meski mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, Agus menegaskan penegakan hukum tetap berjalan.
Namun, penindakan kini lebih banyak dilakukan secara transparan dan berkeadilan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
“Penegakan hukum tetap ada, tetapi secara masif kami lakukan melalui ETLE. Yang kami kedepankan adalah bagaimana merangkul masyarakat, masuk ke kelompok-kelompok ojol, sopir, dan komunitas untuk memberikan edukasi pentingnya berlalu lintas,” pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar