Jakarta (buseronline.com) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan sebanyak 10.759 personel untuk membantu penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Jumlah personel tersebut, dilansir dari laman Humas Polri, masih akan ditambah sesuai kebutuhan lanjutan di lapangan, terutama untuk mendukung kesiapan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin.
Ia menjelaskan bahwa Polri kembali mengirimkan tambahan 1.500 personel guna memperkuat penanganan bencana di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.
Kapolri mengatakan, ribuan personel yang dikerahkan difokuskan pada percepatan pembersihan rumah warga, tempat ibadah, sekolah, serta fasilitas pelayanan publik yang terdampak.
Selain itu, Polri juga membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan air bersih melalui pemasangan sumur bor dan dukungan teknis lainnya.
“Personel kami membantu mempercepat pembersihan rumah, tempat ibadah, sekolah, dan fasilitas pelayanan publik, termasuk pemasangan sumur bor serta kebutuhan lain yang diperlukan masyarakat,” ujar Kapolri.
Dalam mendukung kebutuhan logistik dan kemanusiaan, Polri telah mengoperasikan 29 dapur lapangan di wilayah terdampak bencana. Dapur lapangan tersebut tersebar di Aceh sebanyak 17 titik, Sumatera Utara 7 titik, dan Sumatera Barat 5 titik.
Selain itu, Polri juga membuka 38 posko layanan kesehatan untuk memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak. Polri turut mempercepat penyediaan sarana air bersih dan sanitasi bagi masyarakat.
Hingga saat ini, pembangunan 436 sumur bor tengah berlangsung di tiga provinsi, dengan rincian 261 titik di Aceh, 25 titik di Sumatera Utara, dan 150 titik di Sumatera Barat.
Upaya ini dilengkapi dengan pengoperasian dua unit mobil toilet, pembangunan 75 fasilitas MCK, pengerahan 32 mobil tangki air, serta distribusi ratusan tangki air bersih dan peralatan pendukung lainnya.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya terpadu Polri dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana di wilayah terdampak. (R)
beritaTerkait
komentar