Jakarta (buseronline.com) - Jaksa Agung Republik Indonesia (RI) ST Burhanuddin menerima penghargaan “Excellence in Upholding Justice and Public Trust” dalam ajang CNBC Indonesia CGC Awards 2025.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilannya dalam penegakan hukum yang berintegritas serta upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Founder and Chairman CT Corp Chairul Tanjung pada acara CNBC Indonesia CGC Awards 2025 yang mengusung tema “Turning Turbulence into Triumph: Resilience, Vision, and Growth in Changing Global Landscape”.
Kegiatan ini berlangsung di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Kamis.
CNBC Indonesia CGC Awards merupakan agenda tahunan yang bertujuan memberikan apresiasi kepada tokoh maupun institusi yang dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap kemajuan bangsa, baik di sektor publik maupun korporasi, khususnya dalam penerapan tata kelola yang baik.
Dalam sambutannya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Korps Adhyaksa. Ia menegaskan, capaian yang diraih tidak terlepas dari dedikasi para jaksa di seluruh Indonesia.
“Ini adalah award ke-85 yang telah saya raih. Semua adalah dedikasi anggota-anggota saya para jaksa, yang mahir membangun kasus, tetapi bukan untuk mengkasuskan orang,” ujar Jaksa Agung, dilansir dari laman Kejaksaan Agung.
Ia menambahkan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi para jaksa untuk terus menjalankan tugas penegakan hukum secara profesional, berintegritas, dan berkeadilan.
CNBC Indonesia menilai Jaksa Agung sebagai sosok yang tegas dan konsisten dalam menjalankan amanah penegakan hukum, termasuk dalam pemberantasan korupsi serta reformasi aparatur penegak hukum agar semakin profesional.
Selama memimpin Kejaksaan, Jaksa Agung ST Burhanuddin menorehkan sejumlah capaian strategis, di antaranya pemberantasan korupsi dan pemulihan aset pada tata kelola perkebunan kelapa sawit periode 2005-2024, pengawasan sumber daya alam serta penegakan hukum transnasional, hingga transparansi aset negara dalam kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) yang berhasil memulihkan kerugian negara mencapai Rp13,255 T.
Penghargaan ini menjadi catatan penting atas komitmen Kejaksaan Republik Indonesia dalam menjaga keadilan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Tanah Air. (R)
beritaTerkait
komentar