Palembang (buseronline.com) - Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror (AT) Polri bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palembang menggelar sosialisasi deteksi dini paham Ideologi Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Dilansir dari laman Humas Polri, kegiatan yang berlangsung, Kamis, tersebut menyasar Kepala Kecamatan dan Kepala Kelurahan se-Kota Palembang sebagai garda terdepan pemerintahan. Sekitar 100 peserta mengikuti sosialisasi ini.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesbangpol Kota Palembang, Rudi Indawan SH MKn serta Koordinator Wilayah Palembang Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Sumatera Selatan, Kolonel Cpl Gusra Muttaqin MIKom.
Pemateri dari Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri, Ipda Eko Prasetyo SH menyampaikan bahwa pencegahan radikalisme harus berlandaskan hukum dan ideologi Pancasila sebagai asas bangsa Indonesia.
Materi sosialisasi meliputi penguatan nilai-nilai Pancasila dan toleransi, cara mengenali situs web dan akun media sosial yang menyebarkan konten radikal, serta peran strategis aparatur wilayah dan masyarakat dalam upaya pencegahan dini.
Para Kepala Kecamatan dan Kelurahan diharapkan berperan aktif sebagai mata dan telinga pemerintah dalam mengidentifikasi potensi penyebaran paham radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di wilayah masing-masing.
Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan langkah preventif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif selama perayaan Nataru, khususnya di Kota Palembang. (R)
beritaTerkait
komentar