Selasa, 26 Mei 2026

Menhub Perintahkan Jajaran Perhubungan Siaga 24 Jam Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Natal dan Tahun Baru

Selasa, 09 Desember 2025 01:20 WIB
Menhub Perintahkan Jajaran Perhubungan Siaga 24 Jam Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Natal dan Tahun Baru
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan arahan kepada jajaran Kementerian Perhubungan terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dalam sebuah kegiatan di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan seluruh jajaran Kementerian Perhubungan, khususnya sektor pelayaran, harus siaga 24 jam tanpa kompromi dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Penegasan itu disampaikan Menhub, Senin. “Saya menegaskan seluruh jajaran Ditjen Perhubungan Laut dan seluruh unit pelaksana di lapangan siaga 24 jam, tanpa kompromi,” ujar Menhub, dilansir dari laman Humas Polri.

Ia mengatakan bahwa potensi gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat diprediksi meningkat pada periode libur akhir tahun dan dapat mengganggu keselamatan pelayaran.

Berdasarkan hasil survei pergerakan masa Nataru 2026, diperkirakan 2,62 juta orang akan menggunakan transportasi laut.

“Keselamatan bukan hanya prioritas, keselamatan adalah harga mati,” tegasnya. Ia menyebut keselamatan terbaik adalah ketika tidak terjadi insiden apa pun.

Menhub juga mengingatkan sejumlah insiden sebelumnya, seperti tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali serta kebakaran KM Barcelona VA di perairan Talise, Sulawesi Utara.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran harus dijaga dengan ketat.

Untuk mengantisipasi risiko, Menhub memerintahkan seluruh jajaran untuk mengevaluasi tantangan di lapangan dan menyusun langkah inovatif demi peningkatan pelayanan. Ia juga menginstruksikan:

Pemeriksaan kelaiklautan kapal (ramp check) diperketat

Pengawasan kelebihan muatan diperkuat

Kesiapsiagaan SAR dan keamanan pelayaran dioptimalkan

Koordinasi real-time dengan BMKG dan instansi terkait

Larangan berlayar bagi kapal yang tidak memenuhi standar

“Kapal yang tidak memenuhi standar tidak boleh diberikan izin berlayar. Informasi cuaca ekstrem harus tersampaikan cepat dan jelas,” tambah Menhub.

Menhub juga mengapresiasi kerja Ditjen Perhubungan Laut yang terus mendorong digitalisasi layanan melalui MaritimHub.

Transformasi digital itu meliputi layanan persetujuan kerja keruk, pemberian UN-Mark, pengelolaan barang berbahaya, sertifikasi Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), registrasi fasilitas BKKP, hingga pengujian oleh BTKP.

“Digitalisasi kemaritiman bukan tujuan akhir, tetapi perangkat untuk meningkatkan layanan publik yang lebih efektif dan transparan,” ujarnya.

Tahun 2025 juga menjadi fase transisi penting karena tugas dan fungsi Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) mulai dialihkan dari Ditjen Perhubungan Darat ke Ditjen Perhubungan Laut.

Menhub menyebut transisi ini merupakan penguatan peran Perhubungan Laut sebagai penghubung konektivitas nasional di sektor maritim.

“Saya berharap seluruh jajaran mampu menjalankan transisi ini dengan penuh tanggung jawab dan responsif terhadap dinamika lapangan,” tutupnya. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Pemerintah Cabut 2.231 Izin Distributor Pupuk Bermasalah, Mafia Pangan Dibersihkan
AC Milan Tumbang dari Cagliari, Rossoneri Tutup Musim dengan Kekalahan
Pemprov Sumut Klarifikasi Anggaran Pembangunan Tower B RS Haji Medan
Juventus Gagal ke Liga Champions Usai Ditahan Imbang Torino 2-2
Sunderland Tumbangkan Chelsea 2-1, Amankan Tiket Liga Europa
Jateng Raih Pertumbuhan Ekonomi 5,89 Persen, Program Swasembada Pangan Dipuji OJK
komentar
beritaTerbaru