Selasa, 26 Mei 2026

Kecelakaan Operasi Zebra 2025 Turun 1,44 Persen, Korban Meninggal Menyusut Drastis

Selasa, 09 Desember 2025 01:10 WIB
Kecelakaan Operasi Zebra 2025 Turun 1,44 Persen, Korban Meninggal Menyusut Drastis
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho didampingi jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyampaikan keterangan pers terkait hasil pelaksanaan Operasi Zebra 2025 di Command Center Ditlantas Polda Metro Jaya, Jak
Jakarta (buseronline.com) - Korlantas Polri bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melaporkan jumlah kecelakaan lalu lintas selama Operasi Zebra 2025 mengalami penurunan.

Dilansir dari laman Humas Polri, sepanjang periode operasi 17-30 November 2025, tercatat 3.288 kejadian, turun 1,44 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 3.336 kejadian.

“Jumlah kejadian tahun 2025 sebanyak 3.288 atau turun 1,44 persen dibandingkan 2024,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, Senin.

Penurunan signifikan terjadi pada jumlah korban meninggal dunia. Pada tahun ini tercatat 361 jiwa, berkurang 24,95 persen (120 jiwa) dibandingkan tahun sebelumnya 481 jiwa.

Namun korban luka berat justru meningkat menjadi 542 orang atau naik 6,07 persen dari 511 orang pada 2024. Korban luka ringan juga naik tipis menjadi 4.111 orang, dari 4.105 pada tahun sebelumnya.

Menurut Kakorlantas, penurunan kecelakaan tidak lepas dari peningkatan disiplin lalu lintas dan hadirnya sistem tilang elektronik (ETLE). Ia berharap teknologi ini semakin mendorong masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

“Kecelakaan memang menurun, tetapi yang paling penting adalah warga tertib dengan dirinya sendiri, tertib disiplin lalu lintas. Rangkaian Operasi Zebra semata-mata demi keselamatan,” tegasnya.

Sementara itu, nilai kerugian yang timbul selama Operasi Zebra 2025 mencapai Rp6,59 miliar atau naik 3,76 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp6,35 M.

Dari sisi penindakan, jumlah pelanggaran yang dicatat Korlantas pada 2025 sebanyak 220.427 kasus. Angka ini turun 16 persen atau 42.237 kasus dibandingkan 2024 yang mencapai 262.664 pelanggaran.

Dari jumlah tersebut, pelanggaran yang terekam ETLE mencapai 41.051 kasus atau meningkat 46 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara penilangan manual turun drastis menjadi 69.488 kasus, merosot 65 persen jika dibandingkan 196.389 kasus pada 2024. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Pemerintah Cabut 2.231 Izin Distributor Pupuk Bermasalah, Mafia Pangan Dibersihkan
AC Milan Tumbang dari Cagliari, Rossoneri Tutup Musim dengan Kekalahan
Pemprov Sumut Klarifikasi Anggaran Pembangunan Tower B RS Haji Medan
Juventus Gagal ke Liga Champions Usai Ditahan Imbang Torino 2-2
Sunderland Tumbangkan Chelsea 2-1, Amankan Tiket Liga Europa
Jateng Raih Pertumbuhan Ekonomi 5,89 Persen, Program Swasembada Pangan Dipuji OJK
komentar
beritaTerbaru