Jakarta (buseronline.com) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan kesiapsiagaannya dalam menghadapi periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Hal tersebut disampaikan Kepala Basarnas, Marsekal TNI Mohammad Syafii dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.
Rakor yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian itu turut dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wamenko Polhukam Lodewijk F Paulus, Wakil Kepala BIN Komjen Imam Sugianto, serta Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.
Sejumlah kementerian dan lembaga lain seperti Kemenparekraf, BNPB, dan PT Pertamina juga mengikuti kegiatan tersebut, baik secara langsung maupun virtual.
Dalam paparannya, Syafii menjelaskan bahwa Basarnas telah menyiagakan 4.021 personel beserta armada laut, darat, dan udara untuk memastikan keselamatan masyarakat selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Respons cepat akan diprioritaskan di sejumlah titik strategis, termasuk pelabuhan, bandara, terminal, stasiun, jalan tol, tempat wisata, serta wilayah rawan bencana.
Untuk memperkuat operasi di lapangan, Basarnas juga mengerahkan 17.076 personel Potensi SAR dari berbagai unsur.
Sejumlah potensi ancaman yang diantisipasi meliputi bencana hidrometeorologi, kejadian geologi, kecelakaan transportasi, hingga kondisi lain yang membahayakan manusia.
Basarnas menegaskan pentingnya pendataan manifes penumpang serta penggunaan perangkat deteksi dini marabahaya oleh seluruh operator transportasi. Seluruh unsur SAR di Indonesia dipastikan siaga 24 jam penuh selama periode Nataru.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi aturan keselamatan dan mengikuti arahan petugas demi menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas selama libur akhir tahun. (R)
beritaTerkait
komentar