Pekanbaru (buseronline.com) - Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Polri terus berperan aktif dalam membentengi generasi muda dari pengaruh ideologi berbahaya.
Dilansir dari laman Humas Polri, pada Jumat, Densus 88 AT Polri menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di SMAN 4 Pekanbaru.
Kegiatan edukatif ini disambut antusias oleh sekitar 1.600 siswa dan 80 guru. Melalui sosialisasi tersebut, Densus 88 memberikan pemahaman mendalam tentang bahaya IRET yang kini kerap menyasar kalangan remaja melalui dunia digital.
Salah satu narasumber Densus 88 AT Polri, Ipda Umar Dhani mengatakan kegiatan ini memiliki tujuan penting dalam membekali para siswa agar memiliki daya tangkal terhadap berbagai paham yang dapat memecah persatuan bangsa.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa dan siswi mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, sekaligus membekali mereka dengan cara-cara pencegahannya,” ujar Ipda Umar Dhani.
Selama sesi berlangsung, para pelajar menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif bertanya dan menjawab pertanyaan dari narasumber, mencerminkan meningkatnya kesadaran terhadap isu-isu kebangsaan dan pentingnya menjaga persatuan.
Pihak sekolah memberikan apresiasi besar atas kegiatan yang digagas Densus 88 AT Polri tersebut. Mereka menilai sosialisasi ini menjadi langkah nyata dalam membangun ketahanan ideologi di kalangan pelajar.
Pihak SMAN 4 Pekanbaru juga berkomitmen untuk melanjutkan upaya pencegahan dengan mengembangkan program kontra-narasi di media sosial serta menjalin komunikasi berkelanjutan dengan Densus 88 dan aparat terkait.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dan guru dapat menjadi agen perubahan positif di lingkungan sekolah dan masyarakat, dalam memperkuat semangat toleransi serta menolak segala bentuk paham yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (R)
beritaTerkait
komentar