Jumat, 10 April 2026

Tim Gabungan Evakuasi Korban Serangan KKB di Yahukimo, Satu Bertahan Hidup Lima Hari di Hutan

Minggu, 05 Oktober 2025 01:50 WIB
Tim Gabungan Evakuasi Korban Serangan KKB di Yahukimo, Satu Bertahan Hidup Lima Hari di Hutan
Tim medis Satgas Operasi Damai Cartenz memberikan perawatan intensif kepada Yohanes Bouk, korban selamat serangan KKB di Yahukimo, usai dievakuasi pada Rabu malam (1/10/2025).
Yahukimo (buseronline.com) - Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Brimobda Polda Papua, Polres Yahukimo, dan Kodim 1715 Yahukimo terus menunjukkan langkah nyata dalam menindak aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo, batalion Yamuhe, Kanibal dan Sisibia, pimpinan Kopitua Heluka.

Dilansir dari laman Humas Polri, dalam operasi evakuasi terbaru, aparat berhasil menemukan satu korban selamat dan mengevakuasi sejumlah jenazah korban serangan di wilayah Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Pada Rabu malam (1/10/2025) sekitar pukul 22.30 WIT, tim gabungan berhasil menemukan Yohanes Bouk alias Nando (22 tahun), pekerja tambang yang selamat setelah lima hari bertahan hidup di hutan dengan kondisi lemah akibat malaria campuran.

Yohanes mengaku bersembunyi di dalam lubang tanpa makanan dan minuman untuk menghindari serangan kelompok bersenjata.

Selain itu, tim juga mengevakuasi tiga jenazah pekerja tambang, yakni Marselino Lumare (32), Yunus Agama (29), dan Roberto Agama (37). Ketiganya merupakan warga yang berdomisili di Dekai, Yahukimo.

Jenazah dibawa ke RSUD Dekai pada Kamis dini hari (2/10/2025) untuk penanganan medis lebih lanjut, sementara korban selamat langsung mendapat perawatan intensif.

Tidak hanya itu, aparat gabungan juga berhasil mengevakuasi dua jenazah lainnya dari Camp Ekskavator Kali I, Distrik Seradala, masing-masing atas nama Andika Pratama dan Fikram Amiman, keduanya merupakan pekerja tambang asal Sanger yang berdomisili di Dekai.

Dengan tambahan evakuasi tersebut, total korban yang telah ditemukan dan dievakuasi mencapai 12 orang, terdiri dari 7 meninggal dunia dan 5 orang selamat.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani SSos SIK MH menegaskan bahwa aparat tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi kelompok kriminal bersenjata yang menebar teror di wilayah Papua.

“Kami akan kejar dan tangkap para pelaku serta bertindak tegas secara profesional terhadap siapa pun yang terlibat dalam kejahatan bersenjata. Penegakan hukum akan dilakukan secara terukur dan sesuai hukum yang berlaku. Stabilitas keamanan di Yahukimo adalah prioritas utama,” tegas Brigjen Pol Faizal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga SIK MHum mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik.

“Kami memahami peristiwa ini menimbulkan keresahan, tetapi aparat keamanan selalu hadir untuk melindungi masyarakat. Operasi Damai Cartenz berkomitmen menjaga keselamatan setiap warga Papua,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Satgas Operasi Damai Cartenz terus memperkuat koordinasi dengan jajaran kewilayahan, RSUD Dekai, serta membentuk tim evakuasi gabungan untuk memastikan penanganan korban dan operasi penegakan hukum berjalan aman, efektif, dan berkesinambungan. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
RSU Haji Medan Perkuat Perlindungan Tenaga Medis dalam Penanganan Campak
RSU Haji Medan dan RSJ Prof Ildrem Pastikan Tak Terapkan WFH, Layanan Tetap Normal
MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi
Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih
Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
komentar
beritaTerbaru