Paniai (buseronline.com) - Satgas Operasi Damai Cartenz kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendekatan humanis dengan menggelar kegiatan sosial di dua wilayah berbeda, yakni Kabupaten Paniai dan Kabupaten Intan Jaya, Minggu.
Di Poskotis Brimob Sektor Paniai, kegiatan dipimpin oleh Bripda Rizki Zulyansyah dan Bharada Yudi Setiadi.
Para personel Satgas berinteraksi langsung dengan anak-anak sekitar pos melalui kegiatan bermain bersama, berbagi makanan ringan, serta menciptakan suasana ceria dan penuh kehangatan.
“Anak-anak ini adalah masa depan Papua. Melihat mereka tersenyum dan merasa aman bersama aparat adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujar Bripda Rizki.
Suasana akrab dan antusiasme anak-anak menjadi gambaran nyata kuatnya hubungan emosional yang terbangun antara aparat dan masyarakat.
Sementara itu, di wilayah Intan Jaya, kegiatan sosial dilakukan dengan membagikan bantuan bahan makanan (bama) kepada masyarakat yang sedang mengalami duka.
Kegiatan yang dipimpin Bripka Sudomo ini merupakan bentuk kepedulian dan empati Satgas terhadap situasi sosial yang dialami warga setempat.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani SSos SIK MH menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis dalam pelaksanaan operasi.
“Kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menyentuh hati masyarakat. Inilah esensi dari Operasi Damai Cartenz: menumbuhkan harapan dan membangun kedamaian,” ujarnya.
Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga SIK MHum serta Kasatgas Humas Kombes Pol Yusuf Sutejo SIK MT turut menekankan pentingnya membangun komunikasi sosial melalui pendekatan kemanusiaan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa aparat adalah bagian dari masyarakat. Tidak ada jarak, tidak ada sekat. Kami hadir bersama mereka, dalam suka maupun duka,” tegas Kombes Yusuf.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa menciptakan rasa aman dan damai di Papua tidak hanya dilakukan dengan patroli dan persenjataan, melainkan juga melalui kepedulian, empati, dan senyuman anak-anak yang menjadi harapan masa depan. (R)
beritaTerkait
komentar