Kamis, 09 April 2026

Polda Jateng Ungkap Peredaran Pupuk Palsu di Sragen, Ribuan Karung Disita

Jumat, 11 Juli 2025 02:00 WIB
Polda Jateng Ungkap Peredaran Pupuk Palsu di Sragen, Ribuan Karung Disita
Barang bukti ribuan karung pupuk diduga palsu berbagai merek yang disita Ditreskrimsus Polda Jateng dalam penggerebekan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (9/7/2025).
Sragen (buseronline.com) - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus peredaran pupuk palsu yang sempat meresahkan masyarakat, khususnya para petani di wilayah Kabupaten Sragen dan sekitarnya.

Dilansir dari laman Humas Polri, dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan satu orang tersangka berinisial TS (55), warga Desa Bolong, Kabupaten Karanganyar.

Selain itu, ribuan karung pupuk palsu dari berbagai merek turut disita sebagai barang bukti. Direktur Reskrimsus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Arif Budiman membenarkan penangkapan terhadap tersangka.

Ia menyebut, tersangka kini sudah ditahan dan akan disampaikan lebih lanjut dalam konferensi pers resmi. "Kami telah melakukan penahanan terhadap tersangka. Detailnya akan disampaikan saat konferensi pers," ujar Kombes Arif, Rabu.

Tersangka TS dijerat dengan Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf e dan f Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Ia diduga kuat memproduksi dan/atau memperdagangkan pupuk yang tidak sesuai dengan mutu, komposisi, serta informasi sebagaimana tertera dalam label produk.

Barang bukti yang disita dalam kasus ini antara lain:

1.115 karung pupuk merek Enviro NPK

380 karung pupuk merek Enviro NKCL

170 karung pupuk merek Enviro Phospat Super 36

220 karung pupuk merek Spartan NPK

320 karung pupuk merek Spartan NKCL

160 karung pupuk merek Spartan SP-36.

Kasus ini mendapat perhatian publik setelah sebuah video berdurasi sekitar 45 detik viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @matajateng, terlihat seorang pria memperlihatkan pupuk berwarna biru dan putih yang disebut sebagai pupuk palsu berlabel NPK.

"Ini pupuk palsu yang katanya NPK. Petani di Gilirejo Baru tidak boleh membeli pupuk subsidi kalau tidak membeli ini," ujar pria dalam video tersebut.

Pihak kepolisian terus mendalami kasus ini dan menelusuri kemungkinan adanya jaringan distribusi yang lebih luas.

Masyarakat, khususnya petani, diimbau untuk lebih waspada dan selektif dalam membeli pupuk, guna menghindari kerugian akibat produk palsu yang dapat merusak hasil pertanian. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi
Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih
Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
Disdik Kota Bandung Intensifkan Sosialisasi SPMB 2026
Pemkab Batang Luncurkan Gerakan “Sak Minggu Sak Buku” untuk Tingkatkan Literasi Anak
komentar
beritaTerbaru