Kamis, 09 April 2026

Polri Gelar FGD “Terorisme adalah Musuh Kita Bersama” untuk Tangkal Radikalisme di Era Digital

Rabu, 28 Mei 2025 01:42 WIB
Polri Gelar FGD “Terorisme adalah Musuh Kita Bersama” untuk Tangkal Radikalisme di Era Digital
Kepala Bagian Penerangan Umum Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A Chaniago, bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan mahasiswa berfoto bersama usai pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Terorisme adalah Musuh Kita Bersama” dalam upaya
Jakarta (buseronline.com) - Dalam rangka memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman paham radikalisme dan terorisme, Divisi Humas Polri menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Terorisme adalah Musuh Kita Bersama”, Senin.

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda.

FGD ini dibuka oleh Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A Chaniago. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.

“Saat ini kita jangan mimpi untuk kembali ke era konvensional. Sekarang adalah era digitalisasi. Oleh karena itu, kita tidak perlu memusuhi situasi sekarang, tapi kita mengikuti dan bijaklah,” tegas Kombes Pol Erdi, seperti dilansir dari laman Humas Polri.

Ia juga mengungkapkan bahwa pergeseran perilaku remaja menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, kenakalan remaja saat ini banyak bermula dari kamar pribadi melalui penggunaan gadget dan akses internet yang tidak terkontrol, bukan lagi semata-mata karena pergaulan luar.

“Anak kita nakal itu bukan dari faktor lingkungan, bukan karena berteman dengan si A, B, atau C. Nakalnya anak kita itu dimulai dari kamarnya sendiri, dari gadget dan akses wifi yang tidak terkontrol,” jelasnya.

FGD ini turut menghadirkan narasumber khusus, Ustadz Muchtar Daeng Lau, mantan narapidana terorisme (napiter) yang kini aktif berdakwah. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya literasi digital dan verifikasi informasi, khususnya yang beredar di media sosial.

“Saring sebelum sharing. Karena tanpa disadari, menyebarkan informasi tanpa sumber yang jelas itu bisa menambah dosa,” ujar Ustadz Muchtar.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap konten keagamaan yang beredar bebas di media sosial tanpa kejelasan sumber, terutama hadis-hadis yang belum tentu sahih.

Fenomena mengejar popularitas digital dengan mengabaikan kebenaran informasi juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang edukasi dan refleksi bersama dalam mencegah berkembangnya paham-paham intoleran dan radikal, khususnya di kalangan generasi muda.

Polri menegaskan komitmennya untuk terus merawat kebersamaan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui pendekatan humanis dan literasi digital yang kuat. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi
Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih
Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
Disdik Kota Bandung Intensifkan Sosialisasi SPMB 2026
Pemkab Batang Luncurkan Gerakan “Sak Minggu Sak Buku” untuk Tingkatkan Literasi Anak
komentar
beritaTerbaru