Jumat, 10 April 2026

KPK Ajak Pelajar Lampung Jadi Agen Antikorupsi Lewat Media Sosial

Kamis, 08 Mei 2025 01:34 WIB
KPK Ajak Pelajar Lampung Jadi Agen Antikorupsi Lewat Media Sosial
Ketua Satgas Pendidikan Tinggi KPK, Masagung Dewanto, memberikan materi tentang peran media sosial dalam membangun budaya antikorupsi kepada para peserta Legacy Camp 2025 di Bapelkes Provinsi Lampung.
Bandar Lampung (buseronline.com) - Media sosial bukan hanya ruang hiburan, tetapi juga panggung strategis dalam menyebarkan nilai-nilai integritas.

Hal ini ditegaskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kegiatan Legacy Camp 2025 bertema “True Leader, True Integrity” yang digelar pada 3-5 Mei 2025 di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Lampung.

Kegiatan ini diinisiasi Unit Kegiatan Mahasiswa Komunitas Integritas Universitas Lampung (Koin Unila) dan diikuti oleh 110 pelajar yang merupakan ketua dan pengurus OSIS dari 40 SMA/SMK/MA se-Provinsi Lampung.

Ketua Satgas Pendidikan Tinggi Direktorat Jejaring Pendidikan KPK, Masagung Dewanto mengungkapkan bahwa generasi muda adalah kunci perubahan, terutama dalam membangun budaya antikorupsi melalui ruang digital.

“Menurut analisis Kepios 2021, rata-rata masyarakat menggunakan internet selama 8 jam per hari, dengan mayoritas pengguna berasal dari kelompok usia muda. Ini peluang besar untuk menyebarkan konten positif, khususnya yang berkaitan dengan integritas dan antikorupsi,” ujarnya, seperti dilansir dari laman KPK.

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat, pada 2024 terdapat 221,56 juta pengguna internet di Indonesia. Dari jumlah tersebut, Gen Z dan milenial mendominasi, dengan proporsi 34,4% dan 30,6%.

Melihat potensi ini, KPK mendorong pelajar untuk tidak sekadar menjadi pengguna pasif, tetapi juga aktif memproduksi konten edukatif dan inspiratif.

KPK juga mengenalkan nilai-nilai integritas yang dirangkum dalam akronim Jumat Bersepeda KK: jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras. Nilai-nilai ini diharapkan menjadi pegangan bagi generasi muda dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Masagung mengingatkan bahwa perilaku koruptif sering kali bermula dari hal-hal kecil, seperti mencontek, titip absen, atau merekayasa laporan kegiatan.

“Perilaku tidak berintegritas tidak muncul begitu saja. Perlu pembiasaan sejak dini, dimulai dari rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Selain pembekalan antikorupsi, peserta juga mendapatkan pelatihan kepemimpinan, kolaborasi antarsekolah, serta wawasan tentang isu-isu akademik dan literasi digital.

Ketua Umum Koin Unila, Muhammad Hafiz menyampaikan terima kasih atas dukungan KPK dan pihak kampus. Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan pemimpin muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter.

KPK mengapresiasi kontribusi Koin Unila dan Universitas Lampung yang telah menginisiasi kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperluas pendidikan antikorupsi di lingkungan pendidikan, yang hingga kini masih tergolong langka. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
RSU Haji Medan Perkuat Perlindungan Tenaga Medis dalam Penanganan Campak
RSU Haji Medan dan RSJ Prof Ildrem Pastikan Tak Terapkan WFH, Layanan Tetap Normal
MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi
Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih
Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
komentar
beritaTerbaru