Rabu, 10 Juni 2026

Perdana Menteri Thailand Komitmen Bantu Indonesia Tangkap FP

Minggu, 13 Oktober 2024 01:16 WIB
Perdana Menteri Thailand Komitmen Bantu Indonesia Tangkap FP
Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Krishna Murti (kanan) bersama Direktur Jenderal Imigrasi Silmy Karim (kiri) dalam konferensi pers penangkapan buronan Interpol di Jakarta, Kamis (10/10/2024). (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Kerja sama internasional antara Indonesia dan Thailand semakin menguat dalam upaya menangkap FP, gembong narkoba internasional yang telah buron sejak 2014.

Dalam pernyataannya, Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri memastikan bahwa Perdana Menteri Thailand memberikan jaminan penuh untuk membantu Indonesia dalam menangkap FP.

“Untuk kasus FP, mereka 100 persen serius akan membantu kami. Hanya saja, mereka meminta waktu. Itu sudah ada jaminan dari Perdana Menteri Thailand,” ujar Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Krishna Murti, di Jakarta, Kamis.

Jaminan tersebut muncul setelah Indonesia berhasil menangkap buronan nomor satu Thailand, CT alias Sia Pang Nanode alias Sulaiman.

Penangkapan ini memperkuat hubungan kerja sama antara kedua negara dalam pemberantasan kejahatan lintas negara.

Selain kerja sama dengan Thailand, Indonesia juga menjalin hubungan erat dengan Filipina dalam menangkap buronan internasional lainnya.

Pemerintah Filipina telah memberikan jaminan untuk membantu pemulangan GJH, seorang warga negara Australia yang menjadi buronan Indonesia terkait kasus narkoba dan kini ditahan di Filipina.

Sebagai timbal balik, Indonesia menyerahkan buronan Filipina, AG, yang ditangkap di Tangerang, kepada Sekretaris Dalam Negeri Filipina, Benjamin Abalos Jr, September 2024.

Irjen Pol Krishna Murti menekankan pentingnya diplomasi internasional dalam penanganan kasus-kasus besar ini.

“Kami harus sangat hati-hati, karena sistem politik setiap negara berbeda. Diplomasi internasional sangat perlu diperhatikan,” tegasnya.

FP, yang mengendalikan jaringan narkoba dari Thailand, telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2014. Polri telah membentuk tim khusus dengan sandi Operasi Escobar untuk menangkap FP.

Hingga kini, sebanyak 60 tersangka jaringan FP telah diamankan, termasuk yang terjerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dengan dukungan penuh dari Thailand dan Filipina, upaya menangkap FP dan memberantas jaringan narkoba internasional ini semakin dekat menuju hasil yang diharapkan. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
Tags
beritaTerkait
KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Rp622 Miliar
Operasi Patuh 2026 Ditunda, Korlantas Polri Masih Lakukan Evaluasi
Kader PKK Karanganyar Diajari Olah Lele Tanpa Amis dan Budikdamber untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Wamendikdasmen Dorong Guru Menjadi Arsitek Pembelajaran Melalui Pendekatan Deep Learning
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
komentar
beritaTerbaru